Sunday, March 13, 2022

dua rembulan bertarung

 



dua rembulan bertarung

memperebutkan cinta

mempertaruhkan cinta

di antara matahari

yang berduri

membelilit

menusut

memanah

membelah

berdarah

nanah

merah muda

berbunga-bunga

tertawa di antara air mata

tersenyum menyunginggkan bibir

seindah pisang

kuning merona

menggoda

mengundang

penjelajah dan perantau

untuk berhenti ala kadarnya

sekedar berbicara

membicarakan cinta

yang tentu saja fatamorgana semata

ilusi di mata

menyiksa di dada

menghancurkan hati

berkeping-keping

bagai kaca

hancur lebur

terselimuti debu

beribu-ribu lapisan

meluas seluas-luasnya

dan sahara terjadi

mengubur semua

impian dan harapan

mimpi dan doa

aku menyerah

aku ingin berhenti

sampai di sini

sudah cukup

ini semua melelahkan

waktunya istirahat

sampai jumpa semua

semoga kita bertemu lagi

dalam keadaan berbeda

dalam damai sejahtera

tanpa darah dan nanah

hanya senyum dan tawa

semoga dan semoga