Monday, May 10, 2010

film save me






film save me

mark adl seorg gay yg suka freesex n drugs. krn tdk tahan dg hidupnya dia berusaha bunuh diri. saudaranya memasukkannya k genesis house. pemilik genesis house, sepasang suami istri ingin mengubah org2 gay jd straight. mark berteman dg salah satu penghuni genesis, scott. ayah scott meninggal. mark berniat menghibur namun kebablasan. dlm pesta dansa mark berdansa dg scott. pemilik genesis marah dan mengusir scott. mark memilih tetap tinggal di genesis. lester, salah satu penghuni genesis berusaha bunuh diri. scott dtg utk menjenguk mark. mark menyadari kesalahannya dan ikut scott pergi dr genesis

mp: tdk mudah menjadi seseorg yg bukan diri kita. sekuat apapun usaha kita, jati diri yg sebenarnya akan muncul ke permukaan

film gay in amsterdam





film gay in amsterdam

ttg sepasang gay, maxi dan pascal. maci adl seorg pembawa acara d sb tv. pascal adl mantan aktor. di sb club mrk bertemu dg guy, fotografer dr la. mrk mengundangnya ke pesta aniversari mrk yg k3. pascal diam2 membuat tato nama maxi sbg bukti cintanya. pd saat pesta pascal menunjukkan tatonya. maxi berselingkuh dg guy. pascal marah2. maxi pergi bersama guy. pascal berusaha balas dendam dg selingkuh dg pria lain namun gagal. dia megikuti audisi sb film namun jg gagal. sahabatnya berusaha menghibur. anjing mrk, cher mengalami kesakitan krn pascal lupa memberinya obat. akhirnya cher meninggal. pascal berniat pergi k la. maxi dtg berusaha mencegah. mrk bersatu lg. cher dikremasi dan abunya dibuang di pantai. sahabatnya memberi kado anjing baru

mp: knp anjing terlihat sangat manis di film2 itu. tp knp anjing dibuat haram?.....

film 2 minutes later - michael molina, jessica graham, peter stickles




film 2 minutes later - michael molina, jessica graham, peter stickles

seorg pria bekerja sbg petugas asuransi. suatu saat dia bertugas ke philly. dia berniat mengunjungi saudara kembarnya yg berprofesi sbg fotografer. namun saudara kembarnya menghilang. dia berpura2 jd saudara kembarnya. seorg detektif mengetahui rahasianya. akhirnya mrk berdua memutuskan utk menyelidiki hilangnya si saudara kembar. sb surat berisi file poto mjd petunjuk mkr. mrk menginterogasi model2 yg ada dlm file foto tsb. si petugas asuransi akhirnya sadar bahwa salah satu foto tsb tdk sengaja menangkap adegan pembunuhan yg dilakukan tetangganya. dia mengajak si detektif utk mendatangi tetangganya. si tetangga mendatangi apartemen si fotografer dan membunuh kekasihnya. si detektif mengejarnya dan tertembak. si petugas asuransi menyusul dan berusaha melumpuhkannya. si detektif menembak mati si tetangga. pd akhirnya si detektif menawari si petugas asuransi utk mjd partnernya. awalnya dia menolak nmaun akhirnya dia menerima

mp: kita hrs sll siap dg kejutan2 yg ada di hadapan kita. semua kejadian yg menimpa kita sudah ada pengaturnya. kita bisa berencana, namun tdk selamanya rencana yg kita buat bs berjalan dg mulus

film first out 1 n 2




film first out 1 n 2

tdr dr bbrp film pendek

a good son
seorg pemuda melihat kakaknya lomba renang. salah satu pengunjung merayunya. mrk bermesraan di tempat tersembunyi. ketika pengunjung tsb ingin berhub lebih jauh, si pemuda pura2 mengiyakan namun akhirnya dia pergi bersama keluarganya

different
sb dunia dimana gay itu normal dan sebaliknya straight mjd keanehan. seorg pemuda dihajar krn merayu seorg gadis. akhirnya dia menerima lamaran atlet football utk kencan d prom night.

is one of you eddie?
empat gay meremehkan tetangga mereka, eddie yg bekerja sbg tukang pijat. kmd dtg seorg pria tampan sbg pelanggan eddie. pria tampan tsb memuja2 keahlian eddie. keempat gay tsb mjd kagum pd eddie

meet joe gay
seorg pria berusaha menciptakan cerita gay yg romantis. namun dia tdk punya inspirasi krn dia tdk pernah punya hub romantis dan dia menanyakan pd dirinya sendiri apa yg salah. akhirnya dia bertanya pd mantannya, teman2nya, ortunya, sepasang gay muda dan sepasang gay tua

the neighborly thing
seorg pria merasa terganggu dg tetangganya. dia mendatanginya. sepasang kekasih menempati apartemen kevin. sepasang kekasih tsb mengaku bahwa kevin sdg pergi dan mrk ditugasi menjaga apartemen. si pria berusaha mengusir mrk namun dia mati tertembak

thermopylae
seorg dosen dirayu salah satu mahasiswanya. mrk menjalin hub. di rumah istrinya curiga krn si dosen mengalami kegelisahan. mahasiswanya mengalami masalah krn nilai2nya merosot. si dosen merasa bersalah dan mau bunuh diri dr tebing

the love within
persahabatan dua pemuda dan satu pemudi. pemuda 1 naksir pd pemuda 2 namun ditolak krn pemuda 2 mencintai si pemudi. pemuda 1 patah hati dan berhub dg si pemudi namun gagal

sexy grandpa
di sb panti jompo dtg penghuni baru seorg kakekyg jd rebutan dua org nenek. keduanya berusaha mati2an mencari perhatian si kakek. namun akhirnya mrk kecewa krn si kakek membawa pasangan gay nya

love, death and cars
seorg penulis pul kampung utk promosi bukunya. mantannya dtg bersama gadisnya. si penulis tinggal bersama mrk. si penulis mengidap kanker. si gadis curiga ttg hub masa lalu mrk. si gadis mengijinkan pacarnya utk pergi bersama si penulis

like a brother
seorg pemuda naksir tetangganya. dia ikut piknik keluarga tetangganya. dia mengtungkapkan cinta pd tetangganya namun ditolak. di sekolah dia berusaha bergaul dg tetangganya. namun teman2 tetangganya menuduh dia gay. si pemuda balik menuduh tetangganya lah yg gay krn cerita2nya ttg loker room. tetangganya menghajarnya

connected
dua pemuda menjalin hub. namun mrk hrs berpisah di kereta bawah tanah

mp: tdk selamanya cerita berakhir bahagia. namun tdk ada salahnya berusaha utk menikmati setiap momen hidup kita

film skin n bone -



film skin n bone -

ttg tiga gigolo, billy, perry n dean beserta mucikarinya, jessica. ketika billy jatuh cinta pd salah seorg pelanggannya, jessica membunuhnya. ketika perry mendpt pekerjaan sbg artis dan ingin berhenti jd gigolo, jessica membunuhnya dg menjebak dean. pd akhirnya dean menggelandang. jessica pura2 dtg membantu

mp: tdk semua org bisa dipercaya. kadang org2 terdekat kita pun hanya memanfaatkan kita utk kepentingan mrk sndr

film the reception - pamela holden stewart, darien sills evans, margareth burkwith, wayne vamont sims




film the reception - pamela holden stewart, darien sills evans, margareth burkwith, wayne vamont sims

seorg pria gay, martin hidup bersama teman wanitanya, janet. putri janet, siera dtg berkunjung dg suaminya, andrew. siera pura2 menikah dg andrew demi mendpt warisan dr neneknya. diam2 andrew menjalin hub dg martin. selama ini martin merawat janet yg pemabuk krn ditinggal suaminya selingkuh dg wanita yg lbh muda. setelah mendpt warisan siera dan andrew berniat kembali k new york. martin memutuskan utk mengikuti andrew. siera memutuskan utk merawat ibunya

mp: kita tidak akan pernah mampu menyangkal keinginan hati kita sendiri walo kita berusaha mati2an utk memadamkannya

film silom soi - sontava trongprasit, metha chularp


film silom soi - sontava trongprasit, metha chularp

seorg pemuda, tum mencintai seorg pria pengusaha, kaeng. awalnya kaeng hanya menginginkan sex. namun akhirnya mrk menjalin hub. kaeng divonis positif hiv. dia menyembunyikan penyakitnya dr tum. kaeng sll menolak ajakan tum utk ml. tum curiga kaeng mencintai pria laen. lama2 tum sadar ttg penyakit kaeng. tum mendampingi kaeng sampai akhir hayat

mp: so sweettttttt...... ga kuat liat film termehek2....

Mariah Carey - Bye Bye


This is for my people who just lost somebody
Your best friend, your baby, your man, or your lady
Put your hand way up high
We will never say bye (no, no, no)
Mamas, daddies, sisters, brothers, friends and cousins
This is for my people who lost their grandmothers
Lift your head to the sky ‘cause we will never say bye

As a child there were them times
I didn’t get it but you kept me in line
I didn’t know why you didn’t show up sometimes
On sunday mornings and I missed you
But when we talked too
All them grown full things
Separation brings
You never let me know it
You never let it show because
You loved me and obviously
There’s so much more left to say
If you were with me today face to face

Chorus
I never knew I could hurt like this
And everyday life goes on like
“I wish I could talk to you for awhile”
“I wish I could find a way try not to cry”
As time goes by
And soon as you reach a better place
Still I’ll give the whole world to see your face
And I’m bragging right next to you
It feels like you gone too soon
The hardest thing to do is say bye bye

By-Bye By-bye By-bye
By-Bye By-bye By-bye
By-Bye By-bye By-bye
By-Bye

And you never got the chance to see how good I’ve done
And you never got to see me back at number one
I wish that you were here to celebrate together
I wish that we could spend the holidays together

I remember when you used to tuck me in at night
With the Teddy Bear you gave to me that I held so tight
I thought you were so strong
That you can make it through whatever
It’s so hard to accept the fact you’re gone forever

Chorus
I never knew I could hurt like this
And everyday life goes on like
“I wish I could talk to you for awhile”
“I wish I could find a way try not to cry”
As time goes by
And soon as you reach a better place
Still I’ll give the world to see your face
And I’m bragging right next to you where
It feels like you gone too soon
The hardest thing to do is say bye bye

By-Bye By-bye By-bye
By-Bye By-bye By-bye
By-Bye By-bye By-bye
By-Bye

This is for my peoples who just lost somebody
Your best friend, your baby, your man, or your lady
Put your hand way up high
We will never say bye (no, no, no)
Mamas, daddies, sisters, brothers, friends and cousins
This is for my people who lost their grandfather
Lift your head to the sky ‘cause we will never say bye

I never knew I could hurt like this
And everyday life goes on like
“I wish I could talk to you for awhile”
“I wish I could find a way try not to cry”
As time goes by
And soon as you reach a better place
Still I’ll give the world to see your face
And I’m bragging right next to you
It feels like you gone too soon
The hardest thing to do is say bye bye




Song By Mariah Carey - Bye Bye,..

apa pendapatmu tentang lagu ini?

terrorism


Terrorism
From Wikipedia, the free encyclopedia
Jump to: navigation, search
"Terrorist" redirects here. For other uses, see Terrorist (disambiguation).
This article is semi-protected.

Terrorism is, in the most general sense, the systematic use of terror especially as a means of coercion.[1] At present, the International community has been unable to formulate a universally agreed, legally binding, criminal law definition of terrorism.[2][3] Common definitions of terrorism refer only to those violent acts which are intended to create fear (terror), are perpetrated for an ideological goal (as opposed to a lone attack), and deliberately target or disregard the safety of non-combatants (civilians).

Some definitions also include acts of unlawful violence and war. The history of terrorist organizations suggests that they do not select terrorism for its political effectiveness.[4] Individual terrorists tend to be motivated more by a desire for social solidarity with other members of their organization than by political platforms or strategic objectives, which are often murky and undefined.[4]

The word "terrorism" is politically and emotionally charged,[5] and this greatly compounds the difficulty of providing a precise definition. Studies have found over 100 definitions of “terrorism”.[6][7] The concept of terrorism may itself be controversial as it is often used by state authorities to delegitimize political or other opponents,[8] and potentially legitimize the state's own use of armed force against opponents (such use of force may itself be described as "terror" by opponents of the state.).[8][9] A less politically and emotionally charged, and more easily definable, term is violent non-state actor[10] (though the semantic scope of this term includes not only "terrorists," while excluding some individuals or groups who have previously been described as "terrorists").[citation needed]

Terrorism has been practiced by a broad array of political organizations for furthering their objectives. It has been practiced by both right-wing and left-wing political parties, nationalistic groups, religious groups, revolutionaries, and ruling governments.[11] One form is the use of violence against noncombatants for the purpose of gaining publicity for a group, cause, or individual.[12]
Contents
[hide]

* 1 Origin of term
* 2 Definition
* 3 Pejorative use
* 4 Types
o 4.1 Democracy and domestic terrorism
* 5 Religious terrorism
* 6 Perpetrators
o 6.1 Terrorist groups
o 6.2 State sponsors
o 6.3 State terrorism
* 7 Funding
* 8 Tactics
* 9 Responses
* 10 Mass media
* 11 History
* 12 See also
* 13 References
* 14 External links

Origin of term
See also: State terrorism

Terrorism
Definitions
History of terrorism
International conventions
Anti-terrorism legislation
Counter-terrorism
By ideology
Anarchist-Communist · Eco-terrorism · Ethnic
Narcoterrorism · Nationalist
Religious
(Islamic · Christian · Jewish)
Types and tactics
Agro-terrorism · Aircraft hijacking (list)
Bioterrorism · Car bombing (list)
Environmental · Nuclear
Piracy · Propaganda of the deed
Proxy bomb · Suicide attack (list)
State involvement
State terrorism
State sponsorship
Iran · Pakistan · Russia
Sri Lanka · United States
Organisation
Terrorist financing
Terrorist front organization
Terrorist training camp
Lone-wolf fighter
Clandestine cell system
Historical
Reign of Terror
Red Terror · White Terror
Lists
Designated organizations
Charities accused of ties to terrorism
Terrorist incidents
v • d • e

"Terror" comes from a Latin terrere meaning "to frighten".[13] The terror cimbricus was a panic and state of emergency in Rome in response to the approach of warriors of the Cimbri tribe in 105 BC. The Jacobins cited this precedent when imposing a Reign of Terror during the French Revolution.[14][15] After the Jacobins lost power, the word "terrorist" became a term of abuse.[8] Although the Reign of Terror was imposed by a government, in modern times "terrorism" usually refers to the killing of innocent people[16] by a private group in such a way as to create a media spectacle.[17] This meaning can be traced back to Sergey Nechayev, who described himself as a "terrorist".[18] Nechayev founded the Russian terrorist group "People's Retribution" (???????? ????????) in 1869.

In November 2004, a United Nations Secretary General report described terrorism as any act "intended to cause death or serious bodily harm to civilians or non-combatants with the purpose of intimidating a population or compelling a government or an international organization to do or abstain from doing any act". .[19]
Definition
Main article: Definition of terrorism

The definition of terrorism has proved controversial. Various legal systems and government agencies use different definitions of terrorism in their national legislation. Moreover, the International community has been slow to formulate a universally agreed, legally binding definition of this crime. These difficulties arise from the fact that the term "terrorism" is politically and emotionally charged.[20] In this regard, Angus Martyn, briefing the Australian Parliament, stated that "The international community has never succeeded in developing an accepted comprehensive definition of terrorism. During the 1970s and 1980s, the United Nations attempts to define the term foundered mainly due to differences of opinion between various members about the use of violence in the context of conflicts over national liberation and self-determination."[21] These divergences have made it impossible for the United Nations to conclude a Comprehensive Convention on International Terrorism that incorporates a single, all-encompassing, legally binding, criminal law definition terrorism.[22] Nonetheless, the international community has adopted a series of sectoral conventions that define and criminalize various types of terrorist activities. Moreover, since 1994, the United Nations General Assembly has repeatedly condemned terrorist acts using the following political description of terrorism: "Criminal acts intended or calculated to provoke a state of terror in the general public, a group of persons or particular persons for political purposes are in any circumstance unjustifiable, whatever the considerations of a political, philosophical, ideological, racial, ethnic, religious or any other nature that may be invoked to justify them." [23]

Bruce Hoffman, a well-known scholar, has noted that:

It is not only individual agencies within the same governmental apparatus that cannot agree on a single definition of terrorism. Experts and other long-established scholars in the field are equally incapable of reaching a consensus. In the first edition of his magisterial survey, “Political terrorism: A Research Guide,” Alex Schmid devoted more than a hundred pages to examining more than a hundred different definition of terrorism in a effort to discover a broadly acceptable, reasonably comprehensive explication of the word. Four years and a second edition later, Schimd was no closer to the goal of his quest, conceding in the first sentence of the revised volume that the “search for an adequate definition is still on” Walter Laqueur despaired of defining terrorism in both editions of his monumental work on the subject, maintaining that it is neither possible to do so nor worthwhile to make the attempt.”[24]

Nonetheless, Hoffman himself believes it is possible to identify some key characteristics of terrorism. He proposes that:

By distinguishing terrorists from other types of criminals and terrorism from other forms of crime, we come to appreciate that terrorism is :

* ineluctably political in aims and motives
* violent -- or, equally important, threatens violence
* designed to have far-reaching psychological repercussions beyond the immediate victim or target
* conducted by an organization with an identifiable chain of command or conspiratorial cell structure (whose members wear no uniform or identifying insignia) and
* perpetrated by a subnational group or non-state entity.[25]

A definition proposed by Carsten Bockstette at the George C. Marshall Center for European Security Studies, underlines the psychological and tactical aspects of terrorism:

Terrorism is defined as political violence in an asymmetrical conflict that is designed to induce terror and psychic fear (sometimes indiscriminate) through the violent victimization and destruction of noncombatant targets (sometimes iconic symbols). Such acts are meant to send a message from an illicit clandestine organization. The purpose of terrorism is to exploit the media in order to achieve maximum attainable publicity as an amplifying force multiplier in order to influence the targeted audience(s) in order to reach short- and midterm political goals and/or desired long-term end states."[26]

Walter Laqueur, of the Center for Strategic and International Studies, noted that "the only general characteristic of terrorism generally agreed upon is that terrorism involves violence and the threat of violence".[citation needed] This criterion alone does not produce, however, a useful definition, since it includes many violent acts not usually considered terrorism: war, riot, organized crime, or even a simple assault.[citation needed] Property destruction that does not endanger life is not usually considered a violent crime,[according to whom?] but some have described property destruction by the Earth Liberation Front[27] and Animal Liberation Front[28] as violence and terrorism; see eco-terrorism.

Terrorist attacks are usually carried out in such a way as to maximize the severity and length of the psychological impact.[29] Each act of terrorism is a “performance” devised to have an impact on many large audiences. Terrorists also attack national symbols,[30] to show power and to attempt to shake the foundation of the country or society they are opposed to. This may negatively affect a government, while increasing the prestige of the given terrorist organization and/or ideology behind a terrorist act.[31]

Terrorist acts frequently have a political purpose.[32] Terrorism is a political tactic, like letter-writing or protesting, which is used by activists when they believe that no other means will effect the kind of change they desire.[according to whom?] The change is desired so badly that failure to achieve change is seen as a worse outcome than the deaths of civilians.[citation needed] This is often where the inter-relationship between terrorism and religion occurs. When a political struggle is integrated into the framework of a religious or "cosmic"[33] struggle, such as over the control of an ancestral homeland or holy site such as Israel and Jerusalem, failing in the political goal (nationalism) becomes equated with spiritual failure, which, for the highly committed, is worse than their own death or the deaths of innocent civilians.[34]

Very often, the victims of terrorism are targeted not because they are threats, but because they are specific "symbols, tools, animals or corrupt beings"[citation needed] that tie into a specific view of the world that the terrorists possess. Their suffering accomplishes the terrorists' goals of instilling fear, getting their message out to an audience or otherwise satisfying the demands of their often radical religious and political agendas.[35]

Some official, governmental definitions of terrorism use the criterion of the illegitimacy or unlawfulness of the act.[36][non-primary source needed] to distinguish between actions authorized by a government (and thus "lawful") and those of other actors, including individuals and small groups. Using this criterion, actions that would otherwise qualify as terrorism would not be considered terrorism if they were government sanctioned.[citation needed] For example, firebombing a city, which is designed to affect civilian support for a cause, would not be considered terrorism if it were authorized by a government.[original research?] This criterion is inherently problematic and is not universally accepted,[attribution needed] because: it denies the existence of state terrorism;[37] the same act may or may not be classed as terrorism depending on whether its sponsorship is traced to a "legitimate" government; "legitimacy" and "lawfulness" are subjective, depending on the perspective of one government or another; and it diverges from the historically accepted meaning and origin of the term.[38][39][40][41]

Among the various definitions there are several that do not recognize the possibility of legitimate use of violence by civilians against an invader in an occupied country.[citation needed] Other definitions would label as terrorist groups only the resistance movements that oppose an invader with violent acts that undiscriminately kill or harm civilians and non-combatants, thus making a distinction between lawful and unlawful use of violence.[citation needed] According to Ali Khan, the distinction lies ultimatedly in a political judgment.[42]
Pejorative use

The terms "terrorism" and "terrorist" (someone who engages in terrorism) carry strong negative connotations.[43] These terms are often used as political labels, to condemn violence or the threat of violence by certain actors as immoral, indiscriminate, unjustified or to condemn an entire segment of a population.[44] Those labeled "terrorists" by their opponents rarely identify themselves as such, and typically use other terms or terms specific to their situation, such as separatist, freedom fighter, liberator, revolutionary, vigilante, militant, paramilitary, guerrilla, rebel, patriot, or any similar-meaning word in other languages and cultures. Jihadi, mujaheddin, and fedayeen are similar Arabic words which have entered the English lexicon. It is common for both parties to a conflict to describe each other as terrorists.[45]

On the question of whether particular terrorist acts, such as killing civilians, can be justified as the lesser evil in a particular circumstance, philosophers have expressed different views: while, according to David Rodin, utilitarian philosophers can (in theory) conceive of cases in which the evil of terrorism is outweighed by the good which could not be achieved in a less morally costly way, in practice the "harmful effects of undermining the convention of non-combatant immunity is thought to outweigh the goods that may be achieved by particular acts of terrorism".[46] Among the non-utilitarian philosophers, Michael Walzer argued that terrorism can be morally justified in only one specific case: when "a nation or community faces the extreme threat of complete destruction and the only way it can preserve itself is by intentionally targeting non-combatants, then it is morally entitled to do so".[46][47]

In his book Inside Terrorism Bruce Hoffman offered an explanation of why the term terrorism becomes distorted:
“ On one point, at least, everyone agrees: terrorism is a pejorative term. It is a word with intrinsically negative connotations that is generally applied to one's enemies and opponents, or to those with whom one disagrees and would otherwise prefer to ignore. 'What is called terrorism,' Brian Jenkins has written, 'thus seems to depend on one's point of view. Use of the term implies a moral judgment; and if one party can successfully attach the label terrorist to its opponent, then it has indirectly persuaded others to adopt its moral viewpoint.' Hence the decision to call someone or label some organization terrorist becomes almost unavoidably subjective, depending largely on whether one sympathizes with or opposes the person/group/cause concerned. If one identifies with the victim of the violence, for example, then the act is terrorism. If, however, one identifies with the perpetrator, the violent act is regarded in a more sympathetic, if not positive (or, at the worst, an ambivalent) light; and it is not terrorism.[48][49][50] ”

The pejorative connotations of the word can be summed up in the aphorism, "One man's terrorist is another man's freedom fighter".[45] This is exemplified when a group using irregular military methods is an ally of a state against a mutual enemy, but later falls out with the state and starts to use those methods against its former ally. During World War II, the Malayan People’s Anti-Japanese Army was allied with the British, but during the Malayan Emergency, members of its successor (the Malayan Races Liberation Army), were branded "terrorists" by the British.[51][52] More recently, Ronald Reagan and others in the American administration frequently called the Afghan Mujahideen "freedom fighters" during their war against the Soviet Union,[53] yet twenty years later, when a new generation of Afghan men are fighting against what they perceive to be a regime installed by foreign powers, their attacks are labelled "terrorism" by George W. Bush.[54][55] Groups accused of terrorism understandably prefer terms reflecting legitimate military or ideological action.[56][57][58] Leading terrorism researcher Professor Martin Rudner, director of the Canadian Centre of Intelligence and Security Studies at Ottawa's Carleton University, defines "terrorist acts" as attacks against civilians for political or other ideological goals, and said:
“ There is the famous statement: 'One man's terrorist is another man's freedom fighter.' But that is grossly misleading. It assesses the validity of the cause when terrorism is an act. One can have a perfectly beautiful cause and yet if one commits terrorist acts, it is terrorism regardless.[59] ”

Some groups, when involved in a "liberation" struggle, have been called "terrorists" by the Western governments or media. Later, these same persons, as leaders of the liberated nations, are called "statesmen" by similar organizations. Two examples of this phenomenon are the Nobel Peace Prize laureates Menachem Begin and Nelson Mandela.[60][61][62][63][64][65]

Sometimes states which are close allies, for reasons of history, culture and politics, can disagree over whether or not members of a certain organization are terrorists. For instance, for many years, some branches of the United States government refused to label members of the Irish Republican Army (IRA) as terrorists while the IRA was using methods against one of the United States' closest allies (Britain) which Britain branded as terrorism. This was highlighted by the Quinn v. Robinson case.[66][67]

For these and other reasons, media outlets wishing to preserve a reputation for impartiality try to be careful in their use of the term.[68][69]
Types

In early 1975, the Law Enforcement Assistant Administration in the United States formed the National Advisory Committee on Criminal Justice Standards and Goals. One of the five volumes that the committee wrote was entitled Disorders and Terrorism, produced by the Task Force on Disorders and Terrorism under the direction of H.H.A. Cooper, Director of the Task Force staff.[70] The Task Force classified terrorism into six categories.

* Civil disorder – A form of collective violence interfering with the peace, security, and normal functioning of the community.
* Political terrorism – Violent criminal behavior designed primarily to generate fear in the community, or substantial segment of it, for political purposes.
* Non-Political terrorism – Terrorism that is not aimed at political purposes but which exhibits “conscious design to create and maintain a high degree of fear for coercive purposes, but the end is individual or collective gain rather than the achievement of a political objective.”
* Quasi-terrorism – The activities incidental to the commission of crimes of violence that are similar in form and method to genuine terrorism but which nevertheless lack its essential ingredient. It is not the main purpose of the quasi-terrorists to induce terror in the immediate victim as in the case of genuine terrorism, but the quasi-terrorist uses the modalities and techniques of the genuine terrorist and produces similar consequences and reaction.[71] For example, the fleeing felon who takes hostages is a quasi-terrorist, whose methods are similar to those of the genuine terrorist but whose purposes are quite different.
* Limited political terrorism – Genuine political terrorism is characterized by a revolutionary approach; limited political terrorism refers to “acts of terrorism which are committed for ideological or political motives but which are not part of a concerted campaign to capture control of the state.
* Official or state terrorism –"referring to nations whose rule is based upon fear and oppression that reach similar to terrorism or such proportions.” It may also be referred to as Structural Terrorism defined broadly as terrorist acts carried out by governments in pursuit of political objectives, often as part of their foreign policy.

Several sources[72][73] have further defined the typology of terrorism:

* Political terrorism
o Sub-state terrorism
+ Social revolutionary terrorism
+ Nationalist-separatist terrorism
+ Religious extremist terrorism
# Religious fundamentalist Terrorism
# New religions terrorism
+ Right-wing terrorism
+ Single-issue terrorism
o State-sponsored terrorism
o Regime or state terrorism
* Criminal terrorism
* Pathological terrorism

Democracy and domestic terrorism

The relationship between domestic terrorism and democracy is very complex. Terrorism is most common in nations with intermediate political freedom, and is least common in the most democratic nations.[74][75][76][77] However, one study suggests that suicide terrorism may be an exception to this general rule. Evidence regarding this particular method of terrorism reveals that every modern suicide campaign has targeted a democracy–a state with a considerable degree of political freedom.[78] The study suggests that concessions awarded to terrorists during the 1980s and 1990s for suicide attacks increased their frequency.[79]

Some examples of "terrorism" in non-democracies include ETA in Spain under Francisco Franco,[80] the Shining Path in Peru under Alberto Fujimori,[81] the Kurdistan Workers Party when Turkey was ruled by military leaders and the ANC in South Africa.[82] Democracies, such as the United Kingdom, United States, Israel, Indonesia, India, and the Philippines, have also experienced domestic terrorism.

While a democratic nation espousing civil liberties may claim a sense of higher moral ground than other regimes, an act of terrorism within such a state may cause a dilemma: whether to maintain its civil liberties and thus risk being perceived as ineffective in dealing with the problem; or alternatively to restrict its civil liberties and thus risk delegitimizing its claim of supporting civil liberties.[83] This dilemma, some social theorists would conclude, may very well play into the initial plans of the acting terrorist(s); namely, to delegitimize the state.[84]
Religious terrorism
Main article: Religious terrorism

Religious terrorism is terrorism performed by groups or individuals, the motivation of which is typically rooted in the faith based tenets. Terrorist acts throughout the centuries have been performed on religious grounds with the hope to either spread or enforce a system of belief, viewpoint or opinion.[85] Religious terrorism does not in itself necessarily define a specific religious standpoint or view, but instead usually defines an individual or a group view or interpretation of that belief system's teachings.
Perpetrators

The perpetrators of acts of terrorism can be individuals, groups, or states. According to some definitions, clandestine or semi-clandestine state actors may also carry out terrorist acts outside the framework of a state of war. However, the most common image of terrorism is that it is carried out by small and secretive cells, highly motivated to serve a particular cause and many of the most deadly operations in recent times, such as the September 11 attacks, the London underground bombing, and the 2002 Bali bombing were planned and carried out by a close clique, composed of close friends, family members and other strong social networks. These groups benefited from the free flow of information and efficient telecommunications to succeed where others had failed.[86]

Over the years, many people have attempted to come up with a terrorist profile to attempt to explain these individuals' actions through their psychology and social circumstances. Others, like Roderick Hindery, have sought to discern profiles in the propaganda tactics used by terrorists. Some security organizations designate these groups as violent non-state actors.[87]

To avoid detection, a terrorist will look, dress, and behave normally until executing the assigned mission. Some claim that attempts to profile terrorists based on personality, physical, or sociological traits are not useful.[88] The physical and behavioral description of the terrorist could describe almost any normal person.[89] However, the majority of terrorist attacks are carried out by military age men, aged 16–40.[89]
Terrorist groups
Picture of the front of an addressed envelope to Senator Daschle.
There is speculation that anthrax mailed inside letters to U.S. politicians was the work of a lone wolf terrorist.
Main articles: List of designated terrorist organizations and Lone wolf (terrorism)
State sponsors
Main article: State-sponsored terrorism

A state can sponsor terrorism by funding or harboring a terrorist organization. Opinions as to which acts of violence by states consist of state-sponsored terrorism vary widely. When states provide funding for groups considered by some to be terrorist, they rarely acknowledge them as such.
State terrorism
Main article: State terrorism
“ Civilization is based on a clearly defined and widely accepted yet often unarticulated hierarchy. Violence done by those higher on the hierarchy to those lower is nearly always invisible, that is, unnoticed. When it is noticed, it is fully rationalized. Violence done by those lower on the hierarchy to those higher is unthinkable, and when it does occur is regarded with shock, horror, and the fetishization of the victims. ”

— Derrick Jensen [90]

As with "terrorism" the concept of "state terrorism" is controversial.[91] The Chairman of the United Nations Counter-Terrorism Committee has stated that the Committee was conscious of 12 international Conventions on the subject, and none of them referred to State terrorism, which was not an international legal concept. If States abused their power, they should be judged against international conventions dealing with war crimes, international human rights and international humanitarian law.[92] Former United Nations Secretary-General Kofi Annan has said that it is "time to set aside debates on so-called 'state terrorism'. The use of force by states is already thoroughly regulated under international law"[93] However, he also made clear that, "regardless of the differences between governments on the question of definition of terrorism, what is clear and what we can all agree on is any deliberate attack on innocent civilians, regardless of one's cause, is unacceptable and fits into the definition of terrorism."[94]

State terrorism has been used to refer to terrorist acts by governmental agents or forces. This involves the use of state resources employed by a state's foreign policies, such as using its military to directly perform acts of terrorism. Professor of Political Science Michael Stohl cites the examples that include Germany’s bombing of London and the U.S. atomic destruction of Hiroshima during World War II. He argues that “the use of terror tactics is common in international relations and the state has been and remains a more likely employer of terrorism within the international system than insurgents." They also cite the First strike option as an example of the "terror of coercive diplomacy" as a form of this, which holds the world hostage with the implied threat of using nuclear weapons in "crisis management." They argue that the institutionalized form of terrorism has occurred as a result of changes that took place following World War II. In this analysis, state terrorism exhibited as a form of foreign policy was shaped by the presence and use of weapons of mass destruction, and that the legitimizing of such violent behavior led to an increasingly accepted form of this state behavior.[95][96][96]
Picture of a man in a suit with a mustache who looks like Hitler speaking behind a microphone.
Was Adolf Hitler a terrorist? He murdered millions of people; some theorists suggest genocide or democide is a type of terrorism.

State terrorism has also been used to describe peacetime actions by governmental agents such as the bombing of Pan Am Flight 103.[97] Charles Stewart Parnell described William Ewart Gladstone's Irish Coercion Act as terrorism in his "no-Rent manifesto" in 1881, during the Irish Land War.[98] The concept is also used to describe political repressions by governments against their own civilian population with the purpose to incite fear. For example, taking and executing civilian hostages or extrajudicial elimination campaigns are commonly considered "terror" or terrorism, for example during the Red Terror or Great Terror.[99] Such actions are often also described as democide or genocide which has been argued to be equivalent to state terrorism.[100] Empirical studies on this have found that democracies have little democide.[101][102]
Funding

State sponsors have constituted a major form of funding; for example, PLO, DFLP and some other terrorist groups were funded by the Soviet Union.[103][104]

"Revolutionary tax" is another major form of funding, and essentially a euphemism for "protection money".[103] Revolutionary taxes are typically extorted from businesses, and they also "play a secondary role as one other means of intimidating the target population".[103]

Other major sources of funding include kidnapping for ransoms, smuggling, fraud and robbery.[103]
Tactics
Main article: Tactics of terrorism
People in suits look on at bodies covered with tarps.
The Wall Street bombing at noon on September 16, 1920 killed thirty-eight people and injured several hundred. The perpetrators were never caught.

Terrorism is a form of asymmetric warfare, and is more common when direct conventional warfare won't be effective because forces vary greatly in power.[105]

The context in which terrorist tactics are used is often a large-scale, unresolved political conflict. The type of conflict varies widely; historical examples include:

* Secession of a territory to form a new sovereign state
* Dominance of territory or resources by various ethnic groups
* Imposition of a particular form of government
* Economic deprivation of a population
* Opposition to a domestic government or occupying army
* Religious fanaticism

Terrorist attacks are often targeted to maximize fear and publicity, usually using explosives or poison.[106] There is concern about terrorist attacks employing weapons of mass destruction. Terrorist organizations usually methodically plan attacks in advance, and may train participants, plant undercover agents, and raise money from supporters or through organized crime. Communication may occur through modern telecommunications, or through old-fashioned methods such as couriers.
Responses
Main article: Responses to terrorism

Responses to terrorism are broad in scope. They can include re-alignments of the political spectrum and reassessments of fundamental values. The term counter-terrorism has a narrower connotation, implying that it is directed at terrorist actors.

Specific types of responses include:

* Targeted laws, criminal procedures, deportations, and enhanced police powers
* Target hardening, such as locking doors or adding traffic barriers
* Preemptive or reactive military action
* Increased intelligence and surveillance activities
* Preemptive humanitarian activities
* More permissive interrogation and detention policies

Mass media

Media exposure may be a primary goal of those carrying out terrorism, to expose issues that would otherwise be ignored by the media. Some consider this to be manipulation and exploitation of the media.[107] Others consider terrorism itself to be a symptom of a highly controlled mass media, which does not otherwise give voice to alternative viewpoints, a view expressed by Paul Watson who has stated that controlled media is responsible for terrorism, because "you cannot get your information across any other way". Paul Watson's organization Sea Shepherd has itself been branded "eco-terrorist", although it claims to have not caused any casualties.

The internet has created a new channel for groups to spread their messages. This has created a cycle of measures and counter measures by groups in support of and in opposition to terrorist movements. The United Nations has created its own online counter-terrorism resource.[108]

The mass media will, on occasion, censor organizations involved in terrorism (through self-restraint or regulation) to discourage further terrorism. However, this may encourage organizations to perform more extreme acts of terrorism to be shown in the mass media. Conversely James F. Pastor explains the significant relationship between terrorism and the media, and the underlying benefit each receives from the other.[109]

There is always a point at which the terrorist ceases to manipulate the media gestalt. A point at which the violence may well escalate, but beyond which the terrorist has become symptomatic of the media gestalt itself. Terrorism as we ordinarily understand it is innately media-related.

—Novelist William Gibson[110]

History
Number of terrorist incidents 2009 (January–June)
Main article: History of terrorism

The term "terrorism" was originally used to describe the actions of the Jacobin Club during the "Reign of Terror" in the French Revolution. "Terror is nothing other than justice, prompt, severe, inflexible," said Jacobin leader Maximilien Robespierre. In 1795, Edmund Burke denounced the Jacobins for letting "thousands of those hell-hounds called Terrorists...loose on the people" of France.[111]

In January 1858, Italian patriot Felice Orsini threw three bombs in an attempt to assassinate French Emperor Napoleon III.[112] Eight bystanders were killed and 142 injured.[112] The incident played a crucial role as an inspiration for the development of the early Russian terrorist groups.[112] Russian Sergey Nechayev, who founded People's Retribution in 1869, described himself as a "terrorist", an early example of the term being employed in its modern meaning.[18] Nechayev's story is told in fictionalized form by Fyodor Dostoevsky in the novel The Possessed. German anarchist writer Johann Most dispensed "advice for terrorists" in the 1880s.[113]

tamu yang senantiasa mengunjungi kita


Dengan menyebut Asma Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang.
Assalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Segala puji hanya hanya bagi Allah,yg memuliakan islam dengan pertolongan-Nya,yg menghinakan kesyirikan dengan keperkasaan-Nya.Mengatur semua urusan dgn ketetapan-Nya,mengulur batas waktu bagi orang-orang kafir dengan makar-Nya.Yang mempergilirkan hari2 bagi manusia dgn keadilan-Nya,dan yg menjadikan hasil akhir sbg milik orang2 yg bertaqwa dengan keutamaan-Nya.
Shalawat serta salam senantiasa kita curahkan kepada baginda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam,keluarga,para sahabat,serta kaum muslimin yg selalu mengikuti risalahnya.

BETAPA seringnya malaikat maut melihat dan menatap wajah seseorang, yaitu dalam masa 24 jam sebanyak 70 kali.. Andai kata manusia sadar hakikat tersebut, niscaya dia tidak akan lalai mengingati mati. Tetapi oleh kerana malaikat maut adalah makhluk ghaib, manusia tidak melihat kehadirannya, sebab itu manusia tidak menyadari apa yang dilakukan oleh Malaikat Izrail atas Kuasa Allah.

Justru itu, tidak heranlah, jika banyak sekali manusia yang masih mampu bersenang-lenang dan bergelak-tawa, seolah-olah dia tidak ada masalah yang perlu difikirkan dan direnungkan dalam hidupnya. Walaupun dia adalah seorang yang miskin amal kebajikan serta tidak memiliki secuil bekal amalan untuk akhiratnya, dan sebaliknya banyak pula melakukan dosa.

Sebuah hadis Nabi s.a.w yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas r.a, bahwa Rasulullah s.a.w bersabda yang maksudnya :

“Bahwa malaikat maut meperhatikan wajah manusia di muka bumi ini 70 kali dalam sehari. Ketika Izrail datang merenung wajah seseorang, didapati orang itu ada yang gelak-ketawa. Maka berkata Izrail : Alangkah herannya aku melihat orang ini, sedangkan aku diutus oleh Allah Taala untuk mencabut nyawanya, tetapi dia masih berhura-hura dan bergelak-tawa.”

Manusia tidak akan sadar bahwa dirinya senantiasa diperhatikan oleh malaikat maut, kecuali orang-orang soleh yang sentiasa mengingati mati. Golongan ini tidak lalai dan senantiasa sadar terhadap kehadiran malaikat maut, karena mereka senantiasa meneliti hadis-hadis Nabi s.a.w yang menjelaskan mengenai perkara-perkara ghaib, terutama mengenai hal ihwal mati dan hubungannya dengan malaikat maut.

Meski pun mata manusia hanya mampu melihat benda yang nyata, tidak mungkin dapat melihat kehadiran malaikat maut itu. Namun pandangan mata hati mampu melihat alam ghaib, yaitu memandang dengan keyakinan iman dan ilmu.

Sebenarnya manusia itu sadar bahwa setiap makhluk yang hidup pasti akan mati, tetapi manusia menilai kematian dengan berbagai tanggapan. Ada yang menganggap kematian itu adalah suatu ketentuan biasa sebagai pendapat golongan athies, dan tidak kurang pula yang mengaitkan kematian itu dengan sebab-sebab yang zahir saja. Dia mengambil logika, bahwa banyak kematian disebabkan oleh suatu tragedi, seperti diakibatkan oleh peperangan, bencana alam seperti banjir, tsunami, gempa bumi, kebakaran dan juga kecelakaan diudara, laut dan daratan termasuk kemalangan jalan raya.

Selain itu, mereka juga melihat kematian disebabkan oleh serangan penyakit yang berbahaya seperti penyakit kanker, sakit jantung, AIDS, demam berdarah, dan sebagainya. Disebabkan manusia melihat kematian hanya dari sudut sebab musabab yang lumrah, maka manusia sering mengaitkan kematian itu dengan kejadian-kejadian yang tersebut di atas. Jika berlaku kematian dikalangan mereka, lantas mereka bertanya, ” sebab apa si fulan itu mati, sakitkah atau kemalangankah?”.

Tidak ramai manusia yang mengaitkan kematian itu dengan kehadiran malaikat maut yang datang tepat pada saat ajal seseorang sudah sampai, sedangkan malaikat maut senantiasa berada di sekeliling manusia, mengenal-pasti memerhatikan orang-orang yang hayatnya sudah tamat.

Sesungguhnya malaikat maut menjalankan perintah Allah SWT dengan tepat dan sempurna, dia tidak diutus hanya untuk mencabut roh orang sakit saja, ataupun roh orang yang mendapat kecelakaan dan malapetaka. Jika Allah SWT menetapkan kematian seseorang ketika tertimpa kemalangan, atau ketika diserang sakit keras, maka Izrail mencabut roh orang itu ketika kejadian tersebut.

Namun ajal tidak mengenal orang yang sehat, ataupun orang-orang kaya yang sedang hidup mewah dibuai kesenangan. Malaikat maut datang tepat pada waktunya tanpa mengira orang itu sedang ketawa riang atau mengerang kesakitan. Bila ajal mereka sudah tiba, maka kematiannya tidak akan tertangguh walau hanya sesaat.

Walau bagaimana pun, ada kalanya Allah SWT jadikan berbagai sebab bagi satu kematian, yang demikian itu ada hikmah disebaliknya. Misalnya sakit keras yang ditanggung berbulan-bulan oleh seseorang, ia akan menjadi rahmat bagi orang yang beriman dan sabar, kerana Allah Taala memberi peluang dan menyadarkan manusia agar dia mengingati mati, untuk itu dia akan menggunakan masa atau usia yang ada untuk berbuat sesuatu, membetulkan dan bertaubat dari dosa dan kehilapan serta memperbaiki amalan, serta menambah bekal amalan untuk akhirat, jangan sampai menjadi orang merugi di akhirat kelak.

Begitu juga orang yang mati mendandak disebabkan kemalangan, ia akan menjadi pengajaran dan memberi peringatan kepada orang-orang yang masih hidup supaya mereka senantiasa berwaspada dan tidak lalai dari berusaha memperbaiki diri, menambah amal kebajikan dan meninggalkan segala kejahatan. Karena sekiranya ajal datang secara tiba-tiba pasti akan membawa penyesalan yang tidak berguna.

Di kalangan orang solihin menganggap bahwa sakit yang ditimpakan kepada dirinya adalah sebagai tanda bahwa Allah SWT masih menyayanginya. Karena betapa malangnya bagi pandangan meraka, jika Allah SWT mengambil roh dengan tiba-tiba, tanpa peringatan terlebih dahulu. Seolah-olah Allah SWT sedang murka terhadap dirinya, sebab itulah Allah SWT memberi peringatan terlebih dahulu kepadanya.

Selain itu, Allah Taala menjadikan sebab-sebab kematian itu bagi memenuhi janji-Nya kepada malaikat maut, sebagaimana diriwayatkan oleh Saidina Abbas r.a dalam sebuah hadis Nabi yang panjang. Antara lain menjelaskan bahwa Izrail merasa sedih apabila dibebankan dengan tugas mencabut roh makhluk-makhluk bernyawa kerana di antara makhluk bernyawa itu termasuk manusia yang terdiri dari kekasih-kekasih Allah SWT yaitu para Rasul, nabi-nabi, wali-wali dan orang-orang solihin.

Selain itu juga, malaikat maut mengadu kepada Allah betapa dirinya tidak disenangi oleh keturunan Adam a.s, dia mungkin dicemooh kerana dia ditugaskan mencabut roh manusia, yang menyebabkan orang akan berdukacita, kerana kehilangan sanak-saudara dan orang-orang yang tersayang di kalangan mereka.

Diriwayatkan bahwa Allah SWT berjanji akan menjadikan berbagai macam sebab kepada kematian yang akan dilalui oleh keturunan Adam a.s sehingga keturunan Adam itu akan memikirkan dan mengaitkan kematian itu dengan sebab-sebab yang dialami oleh mereka. Apabila terjadinya kematian, mereka akan berkata bahawa si fulan itu mati karena mengidap sakit, ataupun karena mendapat kemalangan, mereka akan lupa mengaitkan malaikat maut dengan kematian yang terjadi itu.

Ketika itu, Izrail tidak perlu bersedih kerana manusia tidak mengaitkan kematian tersebut dengan kehadiran malaikat maut, yang memang diutus oleh Allah SWT pada saat malapetaka atau sakit keras seseorang itu bertepatan dengan ajal mereka yang memangnya telah tiba.

Namun pada hakikatnya bahwa ajal itu adalah ketetapan Allah, yang telah termaktub, semuanya telah nyata di dalam takdir Allah, bahwa kematian pasti tiba pada saat yang ditetapkan. Izrail hanyalah tentara-tentara Allah yang menjalankan tugas seperti yang diamanahkan kepadanya.

Walau bagaimana pun adalah menjadi hak Allah Taala untuk menentukan kematian, sebagai mana yang dinyatakan pada awal tulisan ini bahwa ada kalanya malaikat maut hendak mencabut roh seseorang, tetapi manusia yang dikunjungi malaikat maut sedang dalam keadaan bergelak-tawa, hingga malaikat maut merasa heran terhadap manusia itu. Ini membuktikan bahawa kematian itu tidak pernah mengenal kondisi seseorang yang sedang sakit atau pun ketika sehat dan segar-bugar.

Firman Allah Taala yang bermaksud :

“Tiap-tiap umat mempunyai ajal, maka apabila telah datang ajalnya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) mempercepatnya.” (Surah Al-A’raf ayat 34)

Ya Rabb kami…….
Engkau tidak pernah jauh, kami yang jauh dari-Mu.Engkau tidak lupa dgn kami, kamilah yang lupa dgn-Mu, dan Engkau tidak tidur untuk memikirkan mahkluk-Mu,kamilah yg tertidur lama sehingga kami lupa kpd-Mu ya Rabb.


Ya Rabb kami hanya makhluk yang lemah….yang tak bsa hidup tanpa kuasa-Mu,tak bisa bernafas tanpa kuasa-Mu,bahkan kaki,tangan serta jari2 tangan ini pun tak bisa bergerak tanpa kuasa-Mu. Maha suci engkau yang menciptakan kami dari diri yang satu,dari sesuatu yang sangat hina dina.kami memohon kpd-Mu dengan segala kebodohan kami,degan segala kelemahan kami, jauhkanlah kami dari segala pola hidup yg berlebih-lebihan.

Mohon maaf bila ada ucapan dalam tulisan saya yang tak berkenan di hati saudara semua.
Kesempurnaan adalah milik Allah,Kesalahan adalah mutlak karena kebodohan saya.
Wassalamu 'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

tahukah anda sandi angka polisi?


ya,menjadi anggota polisi memang membutuhkan tenaga yang extra,dan juga harus pintar,dan karena kepintaran oknum polisi,makanya mereka membuat sandi untuk kode sebuah kegiatan atau yang lainnya.agar hal yang dimaksudkan mengerti.
sebenarnya ada 3 sandi polisi,tapi infonya satu aja ya dulu.hehehe,maklum ngetiknya banyak :

lets check it out

sandi angka

* 1-1 : Hubungi per telepon
* 1-4 : Ingin bicara di udara (langsung)
* 3-3 : Penerimaan sangat jelek/orang gila
* 3-3L : Kecelakaan korban luka
* 3-3M : Kecelakaan korban material
* 3-3K : Kecelakaan korban meninggal
* 3-3KA : Kecelakaan kereta api
* 3-4-K : Kecelakaan, korban meninggal, pelaku melarikan diri
* 4-4 : Penerimaan kurang jelas
* 5-5 : Penerimaan baik/sehat
* 8-4 : Tes pesawat/penerimaannya
* 8-6 : Dimengerti
* 8-7 : Disampaikan
* 8-8 : Ingin berjumpa langsung
* 10-2 : Posisi/keberadaan
* 10-4 : Diterima <-masterfrans
* 10-4 : roger that <-entalpy
* 10-8 : Menuju
* 1-1-2 : Emergency / darudat <- dasardasar
* 2-8-5 : Pemerkosaan
* 3-0-3 : Perjudian <- The Predator
* 3-0-1: lagi kimpoi <- killerinhouse
* 3-3-8 : Pembunuhan
* 3-6-3 : Pencurian
* 3-6-5 : Perampokan
* 8-1-0 : Pembunuhan
* 8-1-1 : Hidup
* 8-1-2 : Berita agar diulangi (kurang jelas)
* 8-1-3 : Selamat bertugas
* 8-1-4 : Laporan/pembicaraan terlalu cepat
* 8-1-5 : Cuaca
* 8-1-6 : Jam/waktu
* 8-1-9 : Situasi
* 8-1-10 : Komandan <- Munyuk Mumet

sudah saatnya islam bersatu


wassalamu?alaikum wr wb
Islam itu telah lama muncul di muka bumi ini sebagai rahmatanlilalamin...
sajak pertama Islam datang hal itu membuat sebuah persaudaraan di antara kaum madina dan kaum arab mekah... persahabatan yang terjalin sangat baik... itu di sebabkan Oleh sistem islam yang sangat mengenal persaudaraan sesama muslim ...

Barangsiapa yang memperhatikan kepentingan saudaranya,maka Allah akan memperhatikan kepentingannya.
Barangsiapa yang melapangkan suatu kesulitan sesama muslim,maka Allah akan melapangkan satu kesulitan dari beberapa kesulitan dihari kiamat.
Dan barangsiapa yang menutupi kejelekan orang lain maka Allah akan menutupi kejelekannya dihari kiamat.
Muttafaq allaihi

Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu dia berkata : Rasulullah shollallohu ?alaihi wa sallam bersabda : Janganlah kalian saling dengki, saling menipu, saling marah dan saling memutuskan hubungan.
Dan janganlah kalian menjual sesuatu yang telah dijual kepada orang lain. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lainnya, (dia) tidak menzaliminya dan mengabaikannya, tidak mendustakannya dan tidak menghinanya.
Taqwa itu disini (seraya menunjuk dadanya sebanyak tiga kali). Cukuplah seorang muslim dikatakan buruk jika dia menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim atas muslim yang lain; haram darahnya, hartanya, dan kehormatannya.
Hadits 35 (Kumpulan Hadits Arbain - Imam Nawawi)

Dari Abu Hamzah, Anas bin Malik radiallahuanhu, pembantu Rasulullah Shallallahu?alaihi wasallam dari Rasulullah Shallallahu?alaihi wasallam, beliau bersabda:
Tidak beriman salah seorang diantara kamu hingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri.
Hadits 13 (Kumpulan Hadits Arbain - Imam Nawawi)

Tiga perbuatan yang termasuk sangat baik, yaitu berzikir kepada Allah dalam segala situasi dan kondisi, saling menyadarkan (menasihati) satu sama lain,
dan menyantuni saudara-saudaranya (yang memerlukan).
HR. Ad-Dailami

Senyummu ke wajah saudaramu adalah sodaqoh.
Mashabih Assunnah

Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, tidak menzaliminya dan
tidak mengecewakannya (membiarkannya menderita) dan tidak merusaknya (kehormatan dan nama baiknya).
HR. Muslim

Tiada beriman seorang dari kamu sehingga dia mencintai segala sesuatu bagi saudaranya sebagaimana yang dia cintai bagi dirinya.
HR. Bukhari

Dan Banyak lagi ke indaha di dala islam..


Bagaimana dengan Islam jaman sekarang saudaraku !!!!
Kenapa kita terpecah belah saudaraKu !!!
mari kita satukan Islam yang di ridoi Allah Subhanahu Wata'ala !!!
Mari kita satukan barisan !!!

ISLAM hanya satu TIADA kata LIBERAL !!!!

ISLAM hanya satu TIADA pemisahan oleh PARTAI !!!

ISLAM hanya satu TIADA tauhid yang BERBEDA !!!

ISLAM hanya satu TIADA perbadaan RUKUN ISLAM !!!

ISLAM hanya satu TIADA perbadaan RUKUN IMAN !!!



TAPI Hanya ada ISLAM yang SATU Islam yang di ridhoi Allah..


Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka,
karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.
QS. Ali Imran 19


Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya,
dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.
QS. Ali Imran 85



Barakallahu Fiikum

Wallahualam Bissawab..

sudah benarkah cara kita bertuhan?


Bismillaahirrahmaanirrahiim

Menyusuri kehidupan adalah meniti tapak-tapak perjalanan yang cukup panjang, penuh onak dan duri, jurang yang terjal dan dalam. Kehidupan yang ada di dunia ini dari hari ke hari penuh dengan corak warna-warni. Bahkan kini di zaman yang notabene "modern" semakin memperlihatkan kesuramannya. Kita simak saja berita yang ada di media massa baik surat kabar, majalah ataupun televisi. Yang paling dominan adalah meyajikan berita-berita kriminalitas dan penyimpangan. Mulai dari pencurian hingga perampokkan, dari penganiayaan ringan hingga pembunuhan, dari pelecehan seksual hingga pemerkosaan, dari kerusuhan lokal hingga internasional. Termasuk di dalamnya isu-isu tentang korupsi dan kolusi yang diakukan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Berita-berita semacam itu seakan-akan menjadi santapan setiap hari. Rasanya kita bosan membaca berita yang monoton dan terkesan basi itu.

Bila disimak dan dikaji lebih mendalam, kejadian-kejadian tersebut tidak lepas dari bagaimana cara manusia dalam bertuhan. Semua kejadian yang mewarnai roda kehidupan ini seperti; peperangan, pembunuhan, krisis moneter, krisis ekonomi, krisis budaya, krisis moral, krisis akhlak, kebakaran, gempa bumi, kemarau panjang, penyimpangan seksual, korupsi, kolusi, manipulasi, sogok-menyogok, perebutan harta warisan, perebutan kursi jabatan, perselingkuhan, pembuangan bayi dan sebagainya hanya ada satu kunci penyebabnya yaitu manusia belum bertuhan secara benar.

Memang sudah mendirikan shalat, puasa, zakat, berhaji, berinfak dan sebagainya. Tapi apakah ibadah-ibadah yang dilakukannya itu murni karena Allah swt semata, atau ada motivasi lain yang selain Allah swt?

Berhala modern

Memang di zaman modern yang serba canggih ini tidak ada lagi berhala-berhala. Patung tidak lagi dijadikan sebagai sesembahan tempat menggantungkan segala harapan. Tapi apakah manusia menyadari dalam setiap perkataan dan perbuatannya didominasi oleh hawa nafsu? Bukankah itu namanya mengabdi kepada hawa nafsu? Manusia gampang ingkar terhadap janji yang dibuatnya sendiri.

Kita telah berjanji setiap waktu dalam shalat bacaan al-Fatihah yang artinya "Hanya kepada Engkaulah kami mengabdi, dan hanya kepada Engkaulah kemi mohon pertolongn."

Menunaikan zakat, apakah hanya kegiatan basa-basi belaka? berpuasa di bulan Ramadhan, apakah hanya sekedar rutinitas saja? Berangkat ke Mekah menunaikan ibadah haji, apakah bukan karena gengsi? Demikian ketika keta melepaskan untaian kata dari celah kedua bibir apakah dengan emosi atau dengan pikiran yang jernih? Tidakkah kita sombong kepada sesama, ingat saudara kekurangan disaat kita berlebih? Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang semacam itu.

Pertanyaan-pertanyaan semacam itu bisa kita jawab dengan hati nurani yang paling dalam. Jangan sampai aktivitas kita sehari-hari hanya bernilai nol besar di hadapan Allah swt. Sementara kita selalu berikrar setiap saat melalui do'a iftitah yang artinya:" Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku semata hanya untuk Alah seru sekalian alam."

Bagaimana bertuhan yang benar?

Islam berarti taat, patuh dan pasrah. Jadi apabila kita mengaku beragama Islam maka kita harus taat, patuh dan pasrah terhadap aturan-aturan yang ditentukan oleh Allah swt. Aturan-aturan tersebut tak lain tak bukan terdapat dalam al-Qur'an dan As-Sunnah. Keduanya adalah sumber dari segala sumber hukum. Keduanya adalah pedoman hidup yang pasti dapat menyelamatkan manusia dari segala macam penyakit "jasmani dan rohani". Hanya Islam yang bisa mengatasi bebagai penyakit sosial yang melanda masyarakat dewasa ini. Al-Qur'anlah obat mujarab yang akan menyelesaikan berbagai penyakit. Allah swt berfirman:

"Dan Kami turunkan al-Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman."(QS.Al-Israa': 82)

Al-Qur'an artinya bacaan yang harus dibaca setiap saat. Jangan sampai Qur'an hanya dijadikan hiasan rumah dan dibuka ketika ada orang meninggal dunia. Inilah bentuk kekeliruan yang sebenarnya sangat fatal. Kekuatan al-Qur'an sebagai wahyu Tuhan hilang sebagai akibat memperlakukan al-Qur'an secara keliru.

Bahkan di zaman ini kedudukan al-Qur'an telah tergeser oleh koran. Dari pagi hingga malam hari orang begitu semangat melahap banyak koran. Tidak cukup satu, bahkan terkadang dua atau tiga surat kabar.

Kita bukanlah hendak melarang membaca koran. Namun betapa nistanya, bacaan mulia yang diturunkan langsung dari langit melalui Rasul mulia Muhammad saw, kemudian dipandang sebelah mata. Ia ada dalam slogan, dan dalam dogma-dogma agama. Padahal, koran hanya berisi opini-opini yang sudah banyak direkayasa dan penuh dengan kepentingan-kepentingan. Unsur pembentuk informasi yang tersaji di media massa adalah memenuhi hajat pembacanya perihalinformasi dunia. Berita yang terkandung didalamnya hanya bersifat informatif.

Sementara Qur'an dengan segala kemuliaannya memberikan berbagai gambaran masa depan, membimbing manusia pada jalan yang benar, mengingatkan akan bahayanya memilih jalan yang bengkok, dusta, serakah, sombong, munafik, cara bermu'amalat hingga kepada mendidik keluarta dan rumah tangga. Semuanya penuh dengan kesejukan dan ketenangan.

Bila ada orang yang ingin hidup tenang akan tetapi lebih cinta kepada koran, majalah atau media massa sejenisnya, maka mereka telah keliru, salah alamat. Semua media itu tidak memberikan apa-apa selain dari informasi belaka. Titik.

Memfungsikan Shalat

Sebagai salah satu manifestasi dari cara bertuhan yang benar, bagaimana cara shalat kita? Apakah benar-benar telah tegak, sebagai shalat dalam arti yang sebenarnya? Ataukah masih kita lakukan dengan sambil lalu? Padahal alangkah nikmatnya bila kita resapi rangkaian doa yang telah disediakan dalam shalat itu, seperti, "Ya Allah, kasihanilah aku, cukupkanlah segala kekuranganku, berilah aku petunjuk, berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku."

Demikian halnya dengan rangkaian bacaan yang lain yang ada dalam setiap gerakan shalat. Bila hal itu sudah dijiwai, insya Allah apa yang diinformasikan al-Qur'an akan manfaat shalat yang dapat mencegah dari perbuatan keji dan munkar dapat tercapai.

Firman Allah swt, "Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu yaitu al-Kitab (al-Qur'an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan munkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Ankabut: 45)

Kita berlindung kepada Allah agar tidak termasuk dalam kelompok orang lalai, seperti firman-Nya, "Dan sesungguhnya kami jadikan (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dadn manusia, mereka mempunyai hati tetapi tidak dipergunakan untuk memahami(ayat-ayat Allah), dan mereka mempunyai mata(tetapi) tidak dipergunakan untuk melihat(tanda-tanda kekuasaan Allah), dana mereka mempunyai telinga(tetapi) tidak dipergunakan untuk mendengan(ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka labih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai." (QS. Al-A'raaf: 179)

soman, jamu tetes taklukkan hiv aids


Masih ingat dengan artikel sebelumnya “Heboh! Penemu HIV Berkata HIV Bisa Hilang dengan Nutrisi”? Penemu HIV, Luc Montagnier telah berkata bahwa nutrisi dan pengobatan alami bisa dipakai untuk menaklukkan dan menghilangkan HIV. Sekarang dalam artikel ini saya akan memberikan contoh bahwa jamu modern juga bisa dipakai untuk menaklukkan HIV/AIDS, bahkan untuk kasus yang sudah resisten.
.

CONTOH KASUS

Pecandu Narkoba dan Positif HIV

Sebelumnya Agus adalah pecandu narkoba dan positif HIV. Warga Gang Potlot Jakarta ini, awalnya hanya memiliki CD4 senilai 5, jauh dari normal yang mencapai 500 – 1500. Lelaki 35 tahun ini menterapi dirinya dengan SOMAN 1 sejak Desember 2007. Dosisnya sehari tiga kali minum, masing-masing 5 tetes. Kini hasil pemeriksaan oleh dr.Aisyah ( Dokter RS.Harum Kalimalang ) nilai CD4nya telah meningkat 300. “ Gue juga lebih fit, nggak cepat capek, tidur bisa nyenyak. Terus gue jadi tambah nafsu makan,” terangnya bersemangat.

.

Ahok Sembuh dari AIDS

Entah siapa yang mesti disalahkan, Ahok kecil yang semestinya asyik bermain dengan teman sebayanya malah divonis positif mengidap virus HIV yang dibawa sejak lahir. Standar Ukuran Kekebalan Tubuh Manusia atau disebut dengan CD4 memiliki tingkat 500-1500, Ahok hanya memiliki tingkat CD4 sebanyak 45. Hampir seluruh tubuh Ahok luka akibat terkena infeksi dan sariawan akut.” Ahok mencapai stadium empat, sampai ketiaknya juga ditumbuhi luka”. Ahok tidak sanggup lagi dijejali obat medis, karena obat medis sudah jarang diminum sehingga kondisi Ahok semakin parah. Ahok minum SOMAN 1, sehari tiga kali sebanyak lima tetes secara rutin. Yang terjadi, “Prosesnya hanya dua hari luka di badan Ahok sudah langsung mengering“. Ahok bisa makan lagi dan jamur dimulutnya rontok semua. Setahun berlalu, tingkat kekebalan tubuh Ahok meningkat , terbukti dari nilai CD4 nya yang kini menjadi 559. Angka tersebut bisa dibilang normal.

.

JAMU TETES MODERN ASLI PRODUK INDONESIA

Jamu Tetes SOMAN 1 terbuat dari 98% extrak Buah Tropis Indonesia dengan Sari Umbi Manggata dan 2% Deep sea Squalene yang diproses dengan bio teknologi fermentasi dingin tanpa tambahan bahan kimia dan pengawet, proses ini memakan waktu selama 6 hingga 9 bulan.

Manggata adalah tumbuhan asli asal Gorontalo yaitu sejenis rumput yang menjalar di tanah yang biasa dikenal dengan nama Rumput Teki di Pulau Jawa. Manggata sulit untuk dimatikan karena ada enzim atau hormon tertentu yang membuat tanaman ini bisa mengatur hidupnya secara luar biasa dan mempunyai daya regenerasi sel yang luar biasa.

Manggata yang bisa digunakan adalah umbinya yang mengandung Alkanoid, Flavonoid dan Glikosida Jantung. SOMAN 1 kaya akan kandungan :

- Vitamin A, B, C, D, E dan K
- 18 Macam Asam Amino
- 8 Macam Asam Lemak
- Mineral
- Enzym
- Lactobacillus

SOMAN 1 bekerja sangat cepat dalam tubuh untuk mengatasi berbagai penyakit termasuk untuk kasus HIV/AIDS. Jadi selain contoh kasus HIV di atas, SOMAN 1 juga bisa dipakai untuk menaklukkan penyakit diabetes, lupus, TBC, hepatitis, asma, stroke, kanker, sakit jantung, sakit ginjal, infeksi mikroba, segala jenis luka, sinusitis, dan lain-lain.

Saya sangat suka dengan slogan produk herbal ini, yaitu: “Saat dunia medis angkat tangan, SOMAN 1 turun tangan.”

Bravo! Satu lagi produk anak bangsa yang membanggakan kita semua.


Healindonesia, Dt Awan (Andreas Hermawan)



Note:

- Penulis adalah seorang AIDS Denialist dimana kelompok ini berpendapat bahwa HIV itu tidak ada. Penulis tetap mencantumkan istilah HIV dalam artikel ini bukan karena percaya bahwa HIV itu ada, tapi karena istilah ini sering dipakai oleh masyarakat awam. Penjelasan detail mengenai mengapa para kaum AIDS Denialist tidak percaya bahwa HIV itu tidak ada bisa Anda baca di link http://aidsalternative.co.nr
- Jika Anda tertarik untuk memesan SOMAN 1, silahkan hubungi Dt Awan di 08174745269 / 0361 7969834.
.

Artikel Terkait:

Heboh! Penemu HIV Berkata HIV Bisa Hilang dengan Nutrisi

Minyak Kelapa dan Urin Obat Alternatif untuk HIV/AIDS

saudaraku, jangan gunakan lisanmu untuk melaknat


Saudaraku, Jangan Gunakan Lisanmu untuk Melaknat!

Penulis: Ummu Salamah As-Suluni

Termasuk bagian dari kenikmatan yang diberikan Allah kepada hamba-Nya adalah lisan. Dengan lisan, kita dapat mengungkapkan pikiran dan perasan kita. Terkadang kita menganggap sepele atau bahkan melupakan perkara yang berhubungan dengan lisan, sehingga kita sering mendengar seseorang yang mengucapkan sesuatu yang tanpa disadari bisa menimbulkan murka Allah Subhanahu wa Ta’ala. Lisan terkadang dapat mengantarkan pemiliknya ke tingkat tertinggi apabila lisan itu digunakan untuk kebaikan atau diarahkan kepada apa yang diridhai Allah Subhanahu wa Ta’ala. Namun lisan juga dapat menjerumuskan pemiliknya ke tingkat yang paling rendah, yaitu apabila lisan digunakan untuk perkara yang tidak diridhai Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Seorang mukmin senantiasa diperintahkan untuk menjaga lisannya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya, “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna.” (QS. Al-Mukminun: 1-3)
Menjaga lisan termasuk salah satu kesempurnaan Islam seseorang, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik (kualitas) keislaman kaum mukminin adalah orang yang kaum muslimin merasa aman dari (kejahatan) lisan dan tangannya. Sebaik-baik (kualitas) keimanan kaum mukminin adalah mereka yang paling baik akhlaqnya…..” (HR. Ath-Thabrani)

Sebagai seorang mukmin, penting bagi kita untuk mengetahui apa saja yang termasuk kejahatan lisan. Diantara kejahatan-kejahatan lisan tersebut adalah melaknat.
Apa itu melaknat? Melaknat memiliki dua makna, yaitu makna pertama adalah mencela dan makna kedua adalah mengusir serta menjauhkan dari rahmat Allah. Melaknat bukanlah perangai orang beriman,
dari ‘Abdullah bin Mas’ud, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang mukmin bukanlah orang yang suka mencela dan bukan orang yang suka melaknat serta bukan orang yang suka bicara jorok dan kotor.” (HR. Al-Bukhari)

Banyak bahaya yang ditimbulkan karena melaknat. Di antara bahaya tersebut adalah tukang laknat tidak dimasukkan dalam golongan para syuhada dan tidak termasuk orang-orang yang memberi syafa’at disisi Allah untuk memintakan ampun bagi seseorang, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Orang yang suka melaknat tidak akan menjadi pemberi syafa’at dan tidak pula syuhada pada hari kiamat.” (HR. Muslim)

Melaknat juga bukan sifat para shidiqqun, disebutkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak sepatutnya bagi seorang shidiqq menjadi pelaknat.” (HR. Muslim)

Lalu bagaimana jika seseorang melaknat orang lain yang tidak berhak untuk dilaknat? Jawabannya, laknat itu akan kembali pada orang yang melaknat.
Dalam suatu hadits dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya seorang hamba apabila melaknat sesuatu, niscaya laknatnya akan naik ke langit, maka tertutuplah pintu-pintu langit hingga ia (laknat -ed) tak dapat masuk, maka kembalilah ia terhujam ke bumi, akan tetapi pintu-pintu bumi pun tertutup untuknya, maka ia berputar-putar ke kanan dan kiri, dan jika tak menemui jalan keluar (menuju sasarannya), maka ia akan tertuju pada orang yang dilaknat jika memang ia pantas untuk dilaknat, akan tetapi jika tidak pantas, maka ia akan kembali kepada orang yang mengucapkan laknat tadi.” (HR. Abu Daud)

Kadang kita mendengar orang berkata, “dasar batu sial!” atau “sial kamu!”, kata-kata ini terdengar sangat sepele, namun ketahuilah Saudariku, bahwa kita dilarang untuk mengucapkan atau melaknat sesuatu tanpa adanya keterangan dari agama bahwa sesuatu tersebut mendatangkan kesialan. Selain itu, kita juga dilarang melaknat angin, binatang, ayam jago, waktu, serta manusia tertentu, terutama seorang mukmin karena hal tersebut termasuk dosa besar. Tsabit bin Adh-Dhahhak rahimahullahu Ta’ala berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa melaknat seorang mukmin maka seakan-akan dia membunuhnya.” (HR. Al-Bukhari)

Lalu apakah ada laknat yang diperbolehkan? Jawabannya ada, yaitu melaknat pelaku kemaksiatan dari kalangan kaum muslimin tanpa menunjuk personnya. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melaknat wanita yang menyambung rambutnya dan yang minta disambungkan rambutnya. Selain itu boleh juga melaknat dengan menunjuk orang terrtentu yang sudah mati untuk menjelaskan keadaannya pada manusia dan untuk kemashlahatan syari’ah.

Adapun jika tidak ada maslahat syari’ah maka tidak diperbolehkan karena, dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian mencaci maki orang-orang yang telah mati, karena sesungguhnya mereka telah mendapatkan balasan dari apa yang telah mereka perbuat dahulu.” (HR. Al-Bukhari)

Seorang mukmin hendaknya tidak berkata kecuali yang baik. Perkataannya adalah suatu kejujuran, di samping sebagai perbaikan di antara manusia, amar ma’ruf nahi munkar, doa, dan ketundukan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tidak inginkah kita termasuk orang-orang yang disebutkan dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ini? “Barangsiapa menjamin untukku apa yang ada diantara kedua dagunya (lisan) dan apa yang ada diantara kedua kakinya (kemaluan), maka aku akan menjamin untuknya surga.” (HR. Al-Bukhari)

Karena itu, marilah kita memohon kepada Allah Ta’ala agar melindungi kita dari kesalahan-kesalahan lisan kita serta janganlah kita merasa aman terhadap tipu daya lisan, agar kita tidak binasa dalam neraka jahim dan kerugian.

Maraji’:
1. Manajemen Lisan Saat Diam Saat Bicara (Husain al-Awayisyah)
2. Wahai Muslimah Dengarlah Nasehatku, edisi revisi (Ummu Abdillah Al-Wadi’iyyah)
3. Tarjamah Riyadhus Shalihin (Imam Nawawi)
4. Dosa-Dosa yang Dianggap Biasa (Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid)

rpp bhs ing smp kls 8



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Februari 1, 2009
Posted by cafestudi061 in RPP Bahasa Inggris SMP Kelas VIII.
add a comment

Nama sekolah : SMP…………………
Mata Pelajaran : Bahasa Inggris
Kelas / Semester : VIII / I

Standar Kompetensi : 5. Membaca
Memahami teks tulis fungsional pendek sederhana dan esei penek sederhana berbentuk recount yang berkaitan dengan lingkungan sekitar
6. Menulis
Mengungkap makna dalam teks tulis fungsional dan esei pendek berbentuk recount untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar

Kompetensi Dasar:
5.1 Membaca nyaring bermakna teks tulis fungsional pendek dan esei berbentuk descriptive pendek dan sederhana dengan ucapan, tekanan dan intonasi yang berterima yang berkaitan dengan lingkungan sekitar
5.2 Merespon makna dalam teks tulis fungsional pendek dan sederhana secara akurat lancer, dan berterima yang berkaitan dengan lingkungan sekitar.
6.2 Mengungkapkan makna dan langkah retorika dalam esei pendek sederhana dengan menggunakan ragam bahasa bahasa tulis secara akurat lancar dan berterima untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar dalam teks berbentuk descricriptive

Indikator :
• Membaca nyaring teks tulis fungsional pendek dengan ucapan, tekanan, dan intonasi yang benar
• Memahami isi teks descriptive yang disajikan
• Menuangkan ide ide ke dalam bentuk teks descriptive
• Menggunakan struktur bahasa yang tepat dalam penulisan teks descriptive

Jenis teks : Teks descriptive

Aspek skill : 5. Membaca
6. Menulis

Alokasi waktu : 6 x 40 menit

Tujuan pembelajaran :
Pada akhir pembelajaran siswa dapat:
a. Membaca nyaring teks tulis fungsional pendek dengan ucapan, tekanan dan intonasi yang benar
b. Memahami isi teks descriptive yang di sajikan
c. Menuangkan ide kedalam bentuk teks descriptive
d. Menggunakan struktur bahasa yang tepat dalam penulisan teks descriptive

Materi pembelajaran :
a. Teks Descriptive : Tema : What Do You Think About Sydney?
b. Kosa kata terkait tema/jenis teks
Seafaring, trading, exploring, Low-lying country, coastal area, sea walls, storm. etc
c. Text structure:
1. Identification
2. Descriptions
d. Language usage:
Simple Present Tense & Present Perfect Tense

Metode / technique : Three-phase technique

Langkah-langkah kegiatan :
Pertemuan 1.
Kegiatan pendahuluan
a. Tanya jawab berbagai hal terkait dengan keadaan siswa
b. Membahas kata-kata sulit& ungkapan yang digunakan dalam text
Kegiatan inti
a. Siswa membaca nyaring teks dengan intonasi dan tekanan yang tepat.
b. Memahami isi teks secara seksama
c. Menentukan benar salah pernyataan berdasarkan teks bacaan
d. Menuliskan kalimat/pernyataan yang benar dari pernyataan yang salah
e. Melengkapi teks rumpang dengan kata-kata yang tersedia dalam tanda kurung
f. Menyusun paragraph acak menjadi paragraph yang padu
Kegiatan Penutup
a. Menanyakan kesulitan siswa dalam memahami teks recount
b. Menyimpulkan materi

Pertemuan 2
Kegiatan pendahuluan
a. Mereview ulang kata yang telah dipelajari sebelumnya
b. Tanya jawab menggunakan kata-kata yang telah dipelajari
Kegiatan inti
a. Membaca dan memahami contoh-contoh kalimat dalam yang telah ada dlm teks
b. Mengidentifikasi kegunaan dari kalimat
c. Mengidentifikasi kalimat menggunakan pola Present Perfect tense
d. Menentukan Past Participle dari kata kerja yang tersedia
e. Melengkapi kalimat dengan mengikuti pola Present Perfect Tense
f. Menyusun kata-kata menjadi kalimat Present Perfect Tense
Kegiatan penutup
a. Menanyakan kesulitan selama proses belajar mengajar

Pertemuan 3.
Kegiatan pendahuluan
a. Meriview ulang kata-kata dan pola kalimat yang telah dipelajari
b. Memahami gambar
c. Menjawab pertanyaan secara langsung /oral
Kegiatan inti
a. Membaca dan memahami teks descriptive
b. Mencari kata-kata sulit dalm teks dan mencari maknanya dalam kamus
c. Mencocokkan gambar dengan kota-kota yang benar sesuai dengan keterangannya
d. Memilih salah satu gambar untuk ditulis descripsi dari gambar yang telah dipilih
Kegiatan penutup
a. Memberi pendapat secara umum terhadap hasil tulisan siswa
b. Memberi motivasi agar siswa dapat menggunakan kalimat-kalimat yang telah dipelajari dalm kehidupan sehari-hari.

Sumber belajar
a. Buku teks yang relevan : Contextual English,Grafindo, halaman 75-82
b. Script teks descriptive yang terlampir.
c. Gambar-gambar yang relevan

Penilaian
a. Teknik penilaian : Tes lisan dan tertulis
b. Bentuk : Lisan dan tertulis
c.Instrumen : Terlampir

Pedoman Penilaian
1. Untuk no. I,Menggunakan Rubrik penilaian

2. Untuk no. II, tiap jawaban yang benar skor 2
2. Jumlah skor maksimal I. 5 X 5 = 25
II 5 X 2 = 10
____________
Jumlah 35
3. Nilai maksimal : 100
4. Nilai siswa = Skor perolehan
Skor maksimal

Rubrik penilaian
No. I
Students name Aspek yang dinilai nilai ket
Pengucapan Intonasi accuraccy manner content
Skor max= 5

No Uraian Skor
II Setiap jawaban benar
Setiap jawaban salah / tidak menjawab 2
0

Mengetahui. Duri,………………2009
Kepala SMP……………….. Guru Mata pelajaran
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Februari 1, 2009
Posted by cafestudi061 in RPP Bahasa Inggris SMP Kelas VIII.
add a comment

Nama sekolah : SMP…………………
Mata Pelajaran : Bahasa Inggris
Kelas / Semester : VIII / I

Standar Kompetensi : 1. Medengar
Merespon makna dalam percakapan trnsaksional dan interpersonal sederhana untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
3. Berbicara
Mengungkapkan makna percakapan transaksional dan interpersonal lisan pendek sederhana untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar

Kompetensi Dasar: 1.2 Memahami makna yang terdapat dalam percakapan transaksional to get things done) dan interpersonal (bersosialisasi) sederhana secara akurat, lancar dan berterima untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar melibatkan tindak tutur : Meminta memberi pendapat
2.2. Memahami makna yang terdapat dalam lisan fungsional dan monolog pendek sederhana secara akurat lancer dan berterima untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar dalam teks descriptive sederhana

3.2 Mengungkapkan makna yang terdapat dalam percakapan transaksional to get things done) dan interpersonal (bersosialisasi) sederhana dengan menggunakan ragam bahasa lisan secara akurat, lancar dan berterima untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar melibatkan tindak tutur : Meminta , memberi pendapat, memuji dan memberi selamat.

Indikator : Merespon dan mengungkapkan Ungkapan-ungkapan :
• Meminta dan memberi pendapat
• Memuji
• Memberi selamat
Jenis teks : Transaksional dan Interpersonal

Aspek skill : 1. Mendengarkan
: 3. Berbicara

Alokasi waktu : 8 x 40 menit

Tujuan pembelajaran :
Pada akhir pembelajaran siswa dapat:
a. Merespon ungkapan meminta dan memberi pendapat
b. Merespon ungkapan memuji
c. Merespon ungkapan memberi selamat

Materi pembelajaran :
a. Materi percakapan transaksional dan intrpersonal lisan yang memuat ungkapan-ungkapan berikut :
1. A: What do you think about our president SBY?
B: I think……
2. A: What’s your opinion about our Physics assignment ?
B: In my opinion it’s much easier than the assignment we had yesterday

d. Kosa kata terkait teks : Tema : What Do You Think About Sydney?
e. Language usage : Adjective Clause

Metode / technique : Three-phase technique

Langkah-langkah kegiatan :
Pertemuan 1.
Kegiatan pendahuluan
a. Tanya jawab berbagai hal terkait dengan keadaan siswa
b. Membahas kata-kata sulit& ungkapan yang digunakan dalam text
Kegiatan inti
a. Medengarkan teks percakapan dan atau siswa mendengar guru membaca teks percakapan transaksional dan interpersonal
b. Mendengar kembali text dibaca selagi melengkapi text transaksional dan interpersonal yang rumpang.
c. Meniru / mengulang text percakapan dengan intonasi dan pengucapan yang benar
d. Menjawab pertanyaan yang ada dalam buku teks
e. Menentukan makna dan fungsi ungkapan yang didengar
f. Menjawab pertanyaan tentang isi percakapan
g. Memberi respon lisan dan tertulis terhadap ungkapan yang didengar.
Kegiatan Penutup
a. Menanyakan kesulitan siswa dalam memahami ungkapan-ungkapan dalam percakapan transaksionl dan interpersonal
b. Menyimpulkan materi

Pertemuan 2
Kegiatan pendahuluan
a. Mereview ulang ungkapan-ungkapan yang telah dipelajari sebelumnya
b. Tanya jawab menggunakan ungkapan-ungkapan
Kegiatan inti
a. Membaca percakapan transaksional dan interpersonal yang ada secara berpasangan
b. Mencari / menemukan ungkapan-ungkapan lain yang sejenis
c. Melengkapi text rumpang saat guru membacakan/memperdengarkan teks dengan lengkap
d. Mempelajari tentang penggunaan adjective clause dalam kalimat.
e. Menyelesaikan latihan-latihan yang diberikan oleh guru/ yang ada dalam buku
Kegiatan penutup.
a. Menanyakan kesulitan siswa
b. Menyimpulkan materi
c. Menugaskan siswa melanjutkan latihan dirumah

Pertemuan 3
Kegiatan pendahuluan
c. Mereview ulang ungkapan-ungkapan yang telah dipelajari sebelumnya
d. Tanya jawab menggunakan ungkapan-ungkapan
Kegiatan inti
f. Membaca percakapan transaksional dan interpersonal yang ada secara berpasangan
g. Mencari / menemukan ungkapan-ungkapan lain yang sejenis
h. Memperagakan dialog secara berpasangan didepan kelas
Kegiatan penutup
d. Membuat dialog secara berpasangan sesuai situasi yang diberikan, menggunakan ungkapan yang telah dipelajari.
e. Menanyakan kesulitan siswa
f. Menyimpulkan materi
g. Menugaskan siswa melanjutkan pekerjaan yang belum selesai dan menghafal percakapan yang telah dibuat dirumah

Pertemuan 4.
Kegiatan pendahuluan
a. Meriview ulang ungkapan ungkapan yang telah dipelajari
Kegiatan inti
a. Menampilkan percakapan yang telah dibuat didepan kelas secara berpasangan atau pun bekelompok
Kegiatan penutup
a. Memberi pendapat secara umum terhadap penampilan dan pendapat siswa
b. Memberi motivasi agar siswa dapat menggunakan ungkapan yang telah dipelajari dalm kehidupan sehari-hari.

Sumber belajar
a. Buku teks yang relevan : Contextual English,Grafindo, halaman 70 -75
b. Script percakapan dan atau rekaman percakapan yang terlampir.
c. Gambar-gambar yang relevan

Penilaian
a. Teknik penilaian : Tes lisan dan Unjuk kerja
b. Bentuk : Lisan
c.Instrumen : terlampir

Pedoman Penilaian
1. Untuk no. I, tiap jawaban yang benar skor 3
2. Untuk no. II, tiap jawaban yang benar skor 2
3. Jumlah skor maksimal I. 5 X 3 = 15
II 5 X 2 = 10
____________
Jumlah 25
4. Nilai maksimal : 10
5. Nilai siswa = Skor perolehan
Skor maksimal

Rubrik penilaian

No Uraian Skor
I Isi benar, tata bahasa benar
Isi benar, tata bahasa kurang tepat
Isi dan tata bahasa kurang tepat
Tidak menjawab 3
2
1
0
II Setiap jawaban benar
Setiap jawaban salah / tidak menjawab 2
0

Mengetahui. Duri,……………….2009
Kepala SMP………………… Guru Mata pelajaran
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Februari 1, 2009
Posted by cafestudi061 in RPP Bahasa Inggris SMP Kelas VIII.
add a comment

Nama sekolah : SMP…………………….
Mata Pelajaran : Bahasa Inggris
Kelas / Semester : VIII / I

Standar Kompetensi : 5. Membaca
Memahami teks tulis fungsional pendek sederhana dan esei penek sederhana berbentuk recount yang berkaitan dengan lingkungan sekitar
6. Menulis
Mengungkap makna dalam teks tulis fungsional dan esei pendek berbentuk recount untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar

Kompetensi Dasar: 5.2 Merespon makna dalam teks tulis fungsional pendek dan sederhana secara akurat lancer, dan berterima yang berkaitan dengan lingkungan sekitar.
6.2 Mengungkapkan makna dan langkah retorika dalam esei pendek sederhana dengan menggunakan ragam bahasa bahasa tulis secara akurat lancar dan berterima untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar dalam teks recount

Indikator :
• Memahami isi teks tulis fungsional pendek yang disajikan
• Memahami bentuk teks recount
• Menuangkan ide ide ke dalam bentuk teks recount
• Menggunakan struktur bahasa yang tepat dalam penulisan

Jenis teks : Recount teks

Aspek skill : 5. Membaca
6. Menulis

Alokasi waktu : 6 x 40 menit

Tujuan pembelajaran :
Pada akhir pembelajaran siswa dapat:
a. Memahami isi teks tulis fungsional pendek yang disajikan
b. Memahami bentuk teks recount
c. Menuangkan ide kedalam bentuk teks recount
d. Menggunakan struktur bahasa yang tepat dalam penulisan

Materi pembelajaran :
a. Teks Recount : Tema : I Agree To Go There
b. Kosa kata terkait tema/jenis teks
Festival carrousel, allow, realize, approach, stranger, stall, remember, joker, foreigner frighten, memorize delighted. etc
c. Text structure:
1. Orientation
2. Series of events
3. Reorientation
d. Language usage:
Simple Past Tense

Metode / technique : Three-phase technique

Langkah-langkah kegiatan :
Pertemuan 1.
Kegiatan pendahuluan
a. Tanya jawab berbagai hal terkait dengan keadaan siswa
b. Membahas kata-kata sulit& ungkapan yang digunakan dalam text
Kegiatan inti
a. Siswa membaca nyaring teks dengan intonasi dan tekanan yang tepat.
b. Memahami isi teks secara seksama
c. Menjawab pertanyaan yang terdapat dibacaan
d. Menjodohkan kata dengan makna yang tepat
e. Membuat kalimat sederhana menggunakan kata yang tersedia
f. Menjawab pertanyaan tentang teks
Kegiatan Penutup
a. Menanyakan kesulitan siswa dalam memahami teks recount
b. Menyimpulkan materi

Pertemuan 2
Kegiatan pendahuluan
a. Mereview ulang kata yang telah dipelajari sebelumnya
b. Tanya jawab menggunakan kata-kata yang telah dipelajari
Kegiatan inti
a. Membaca dan memahami contoh-contoh kalimat dalam yang telah ada dlm teks
b. Mengidentifikasi kegunaan dari kalimat
c. Mengidentifikasi kalimat menggunakan pola Simple Past tense
Kegiatan penutup
a. Menanyakan kesulitan selama proses belajar mengajar

Pertemuan 3.
Kegiatan pendahuluan
a. Meriview ulang kata-kata dan pola kalimat yang telah dipelajari
b. Memahami gambar
c. Menjawab pertanyaan secara langsung /oral
Kegiatan inti
a. Membaca dan memahami teks recount
b. Menyalin ulang teks dengan penulisan, tanda baca yang benar.
Kegiatan penutup
a. Memberi pendapat secara umum terhadap hasil tulisan siswa
b. Memberi motivasi agar siswa dapat menggunakan kalimat-kalimat yang telah dipelajari dalm kehidupan sehari-hari.

Sumber belajar
a. Buku teks yang relevan : Contextual English,Grafindo, halaman 63 – 68
b. Script teks descriptive yang terlampir.
c. Gambar-gambar yang relevan

Penilaian
a. Teknik penilaian : Tes lisan dan tertulis
b. Bentuk : Lisan
c.Instrumen : Terlampir

Pedoman Penilaian
1. Untuk no. I,Menggunakan Rubrik penilaian

2. Untuk no. II, tiap jawaban yang benar skor 2
2. Jumlah skor maksimal I. 5 X 5 = 25
II 5 X 2 = 10
____________
Jumlah 35
3. Nilai maksimal : 100
4. Nilai siswa = Skor perolehan
Skor maksimal

Rubrik penilaian
No. I

Students name Aspek yang dinilai nilai ket
Pengucapan Intonasi accuraccy manner content
Skor max= 5

No Uraian Skor
II Setiap jawaban benar
Setiap jawaban salah / tidak menjawab 2
0

Mengetahui. Duri,……………….2009
Kepala SMP……………. Guru Mata pelajaran
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Februari 1, 2009
Posted by cafestudi061 in RPP Bahasa Inggris SMP Kelas VIII.
add a comment

Nama sekolah : SMP………………..
Mata Pelajaran : Bahasa Inggris
Kelas / Semester : VIII / I

Standar Kompetensi : 5. Membaca
Memahami teks tulis fungsional pendek sederhana dan esei penek sederhana berbentuk descriptive dan recount yang berkaitan dengan linkungan sekitar
6. Menulis
Mengungkap makna dalam teks tulis fungsional dan esei pendek berbentuk descriptive dan recount untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar

Kompetensi Dasar: 5.2 Merespon makna dalam teks tulis fungsional pendek dan sederhana secara akurat lancer, dan berterima yang berkaitan dengan lingkungan sekitar.
5.3. Merespon makna dan langkah retorika dalam esei pendek sederhana secara akurat, lancer dan berterima yang berkaitan dengan lingkungan sekitar dalam teks berbentuk descriptive
6.2 Mengungkapkan makna dan langkah retorika dalam esei pendek sederhana dengan menggunakan ragam bahasa bahasa tulis secara akurat lancar dan berterima untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar dalam teks descriptive

Indikator :
• Memahami isi teks tulis fungsional pendek yang disajikan
• Memahami bentuk teks descriptive
• Menuangkan ide ide ke dalam bentuk teks descriptive
• Menggunakan struktur bahasa yang tepat dalam penulisan

Jenis teks : Descriptive teks

Aspek skill : 5. Membaca
6. Menulis

Alokasi waktu : 8 x 40 menit

Tujuan pembelajaran :
Pada akhir pembelajaran siswa dapat:
a. Memahami isi teks tulis fungsional pendek yang disajikan
b. Memahami bentuk teks descriptive
c. Menuangkan ide kedalam bentuk teks descriptive
d. Menggunakan struktur bahasa yang tepat dalam penulisan

Materi pembelajaran :
a. Teks descriptive: tema: Plants and Animals
b. Kosa kata terkait tema/jenis teks
Science, scientist, soil, fertile, prevent waste, flood, destroy,punishment, against, law, wild animals, jungles, etc.
c. Text structure:
1. Identification
2. Description

d. Language usage:
Introductory There are /were – There is / was

Metode / technique : Three-phase technique

Langkah-langkah kegiatan :
Pertemuan 1.
Kegiatan pendahuluan
a. Tanya jawab berbagai hal terkait dengan keadaan siswa
b. Membahas kata-kata sulit& ungkapan yang digunakan dalam text
Kegiatan inti
a. Siswa membaca nyaring teks dengan intonasi dan tekanan yang tepat.
b. Memahami isi teks secara seksama
c. Menjawab pertanyaan yang terdapat dibacaan
d. Menjodohkan kata dengan makna yang tepat
e. Membuat kalimat sederhana menggunakan kata yang tersedia
f. Menjawab pertanyaan tentang teks
Kegiatan Penutup
a. Menanyakan kesulitan siswa dalam memahami teks descriptive
b. Menyimpulkan materi

Pertemuan 2
Kegiatan pendahuluan
a. Mereview ulang kata yang telah dipelajari sebelumnya
b. Tanya jawab menggunakan kata-kata yang telah dipelajari
Kegiatan inti
a. Membaca dan memahami contoh-contoh kalimat dalam yang telah ada dlm teks
b. Mengidentifikasi kegunaan dari kalimat
c. Mengidentifikasi kalimat menggunakan There are/ There is
d. Mengerjakan latihan yang ada dalam buku teks
Kegiatan penutup
a. Menanyakan kesulitan selama proses belajar mengajar

Pertemuan 3.
Kegiatan pendahuluan
a. Meriview ulang kata-kata dan pola kalimat yang telah dipelajari
b. Memahami gambar
c. Menjawab pertanyaan secara langsung /oral
Kegiatan inti
a. Membaca dan memahami teks descriptive
b. Menyalin ulang teks dengan penulisan, tanda baca yang benar.
c. Mencari memilih teks descriptive yang sejenis dari Koran/majalah diperpustakaan
Kegiatan penutup
a. Memberi pendapat secara umum terhadap hasil tulisan siswa
b. Memberi motivasi agar siswa dapat menggunakan kalimat-kalimat yang telah dipelajari dalm kehidupan sehari-hari.

Pertemuan 4
Kegiatan pendahuluan
a. Meriview ulang kata-kata dan pola kalimat yang telah dipelajari
b. Mengidentifikasi struktur teks descriptive yang akan ditulis
Kegiatan inti
d. Menjawab pertanyaan pemandu untuk membantu dlm menulis teks descriptive
a. Menemukan informasi tertentu dari jawaban pertanyaan
b. Menulis suatu teks descriptive secara berpasangan
c. Membacakan hasil tulisan didepan kelas
Kegiatan penutup
a. Memberi pendapat secara umum terhadap hasil tulisan siswa
b. Memberi motivasi agar siswa dapat menggunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber belajar
a. Buku teks yang relevan : Contextual English,Grafindo, halaman 40 -48
b. Script teks descriptive yang terlampir.
c. Gambar-gambar yang relevan

Penilaian
a. Teknik penilaian : Tes lisan dan tertulis
b. Bentuk : Lisan
c.Instrumen :

I. Read the following descriptive text aloud with the correct pronunciations, intonation and accuracy!

II. Complete these sentences using the words provided in the box!

Pedoman Penilaian
1. Untuk no. I,Menggunakan Rubrik penilaian

2. Untuk no. II, tiap jawaban yang benar skor 2
2. Jumlah skor maksimal I. 5 X 5 = 25
II 5 X 2 = 10
____________
Jumlah 35
3. Nilai maksimal : 100
4. Nilai siswa = Skor perolehan
Skor maksimal

Rubrik penilaian
No. I

Students name Aspek yang dinilai nilai ket
Pengucapan Intonasi accuraccy manner content
Skor max= 5

No Uraian Skor
II Setiap jawaban benar
Setiap jawaban salah / tidak menjawab 2
0

Mengetahui. Duri,…………………. 2009
Kepala SMP………………… Guru Mata pelajaran
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Februari 1, 2009
Posted by cafestudi061 in RPP Bahasa Inggris SMP Kelas VIII.
add a comment

Nama sekolah : SMP………………….
Mata Pelajaran : Bahasa Inggris
Kelas / Semester : VIII / I

Standar Kompetensi : 1. Medengar
Merespon makna dalam percakapan trnsaksional dan interpersonal sederhana untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
2. Berbicara
Mengungkapkan makna percakapan transaksional dan interpersonal lisan pendek sederhana untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar

Kompetensi Dasar: 1.2 Merespon makna yang terdapat dalam percakapan transaksional to get things done) dan interpersonal (bersosialisasi) sederhana secara akurat, lancar dan berterima untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar melibatkan tindak tutur : Mengundang, menerima dan menolak ajakan, memuji dan memberi selamat
2.2. Merespon makna yang terdapat dalam monolog pendek sederhana secara akurat lancer dan berterima untuk berinteraksi dengan lingkunga linkungan sekitar dalam teks recount sederhana

3.2 Mengungkapkan makna yang terdapat dalam percakapan transaksional to get things done) dan interpersonal (bersosialisasi) sederhana dengan menggunakan ragam bahasa lisan secara akurat, lancar dan berterima untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar melibatkan tindak tutur : Mengundang, menerima dan menolak ajakan, memuji dan memberi selamat.

Indikator : Merespon dan mengungkapkan Ungkapan-ungkapan :
• Mengundang, menerima dan menolak ajakan.
• Memuji
• Memberi selamat

Jenis teks : Transaksional dan Interpersonal

Aspek skill : 1. Mendengarkan
: 3. Berbicara

Alokasi waktu : 8 x 40 menit

Tujuan pembelajaran :
Pada akhir pembelajaran siswa dapat:
a. Merespon ungkapan mengundang, menerima dan menolak ajakan
b. Merespon ungkapan pujian
c. Merespon ungkapan selamat

Materi pembelajaran :
a. Materi percakapan transaksional dan intrpersonal lisan yang memuat ungkapan-ungkapan berikut :
1. A: Would you like to come to my house?
B: Yes, I would be very happy to…
Thank you, but I ……
2. A: You look so beautiful Nany, Happy birthday. I wish you all the best
B: Thank you, I’m glad you come
3. A: Hi Dimas. You look great today.
B : Oh thank you. I just want to look different

d. Kosa kata terkait teks : Tema : Plants and Animals
e. Language usage : Past Perfect Tense

Metode / technique : Three-phase technique

Langkah-langkah kegiatan :
Pertemuan 1.
Kegiatan pendahuluan
a. Tanya jawab berbagai hal terkait dengan keadaan siswa
b. Membahas kata-kata sulit& ungkapan yang digunakan dalam text
Kegiatan inti
a. Medengarkan teks percakapan dan atau siswa mendengar guru membaca teks percakapan transaksional dan interpersonal
b. Mendengar kembali text dibaca selagi melengkapi text transaksional dan interpersonal yang rumpang.
c. Meniru / mengulang text percakapan dengan intonasi dan pengucapan yang benar
d. Menjawab pertanyaan yang dibacakan oleh guru
e. Menentukan makna dan fungsi ungkapan yang didengar
f. Menjawab pertanyaan tentang isi percakapan
g. Memberi respon lisan dan tertulis terhadap ungkapan yang didengar.
Kegiatan Penutup
a. Menanyakan kesulitan siswa dalam memahami ungkapan-ungkapan dalam percakapan transaksionl dan interpersonal
b. Menyimpulkan materi

Pertemuan 2
Kegiatan pendahuluan
a. Mereview ulang ungkapan-ungkapan yang telah dipelajari sebelumnya
b. Tanya jawab menggunakan ungkapan-ungkapan
Kegiatan inti
a. Membaca percakapan transaksional dan interpersonal yang ada secara berpasangan
b. Mencari / menemukan ungkapan-ungkapan lain yang sejenis
c. Memperagakan dialog secara berpasangan didepan kelas
Kegiatan penutup
a. Membuat dialog secara berpasangan sesuai situasi yang diberikan, menggunakan ungkapan yang telah dipelajari.
b. Menanyakan kesulitan siswa
c. Menyimpulkan materi
d. Menugaskan siswa melanjutkan pekerjaan yang belum selesai dan menghafal percakapan yang telah dibuat dirumah

Pertemuan 3.
Kegiatan pendahuluan
a. Meriview ulang ungkapan ungkapan yang telah dipelajari
Kegiatan inti
a. Menampilkan percakapan yang telah dibuat didepan kelas secara berpasangan atau pun bekelompok
Kegiatan penutup
a. Memberi pendapat secara umum terhadap penampilan dan pendapat siswa
b. Memberi motivasi agar siswa dapat menggunakan ungkapan yang telah dipelajari dalm kehidupan sehari-hari.

Sumber belajar
a. Buku teks yang relevan : Contextual English,Grafindo, halaman 31 – 40
b. Script percakapan dan atau rekaman percakapan yang terlampir.
c. Gambar-gambar yang relevan

Penilaian
a. Teknik penilaian : Tes lisan dan Unjuk kerja
b. Bentuk : Lisan
c.Instrumen : terlampir

Pedoman Penilaian
1. Untuk no. I, tiap jawaban yang benar skor 3
2. Untuk no. II, tiap jawaban yang benar skor 2
3. Jumlah skor maksimal I. 5 X 3 = 15
II 5 X 2 = 10
____________
Jumlah 25
4. Nilai maksimal : 10
5. Nilai siswa = Skor perolehan
Skor maksimal

Rubrik penilaian

No Uraian Skor
I Isi benar, tata bahasa benar
Isi benar, tata bahasa kurang tepat
Isi dan tata bahasa kurang tepat
Tidak menjawab 3
2
1
0
II Setiap jawaban benar
Setiap jawaban salah / tidak menjawab 2
0

Mengetahui. Duri,…………………2008
Kepala SMP………………… Guru Mata pelajaran
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Februari 1, 2009
Posted by cafestudi061 in RPP Bahasa Inggris SMP Kelas VIII.
add a comment

Nama sekolah : SMP……………………
Mata Pelajaran : Bahasa Inggris
Kelas / Semester : VIII / I

Standar Kompetensi : 5. Membaca
Memahami teks tulis fungsional pendek sederhana dan esei penek sederhana berbentuk recount yang berkaitan dengan lingkungan sekitar
6. Menulis
Mengungkap makna dalam teks tulis fungsional dan esei pendek berbentuk recount untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar

Kompetensi Dasar: 5.2 Merespon makna dalam teks tulis fungsional pendek dan sederhana secara akurat lancer, dan berterima yang berkaitan dengan lingkungan sekitar.
5.3. Merespon makna dan langkah retorika dalam esei pendek sederhana secara akurat, lancer dan berterima yang berkaitan dengan lingkungan sekitar dalam teks berbentuk recount
6.2 Mengungkapkan makna dan langkah retorika dalam esei pendek sederhana dengan menggunakan ragam bahasa bahasa tulis secara akurat lancar dan berterima untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar dalam teks descriptive

Indikator :
• Memahami isi teks tulis fungsional pendek yang disajikan
• Memahami bentuk teks recount
• Menuangkan ide ide ke dalam bentuk teks descriptive
• Menggunakan struktur bahasa yan tepat dalam penulisan

Jenis teks : Recount teks

Aspek skill : 5. Membaca
6. Menulis

Alokasi waktu : 8 x 40 menit

Tujuan pembelajaran :
Pada akhir pembelajaran siswa dapat:
a. Memahami isi teks tulis fungsional pendek yang disajikan
b. Memahami bentuk teks descriptive
c. Menuangkan ide kedalam bentuk teks descriptive
d. Menggunakan struktur bahasa yang tepat dalam penulisan

Materi pembelajaran :
a. Teks Recount : Tema : I Think Football Is Great
b. Kosa kata terkait tema/jenis teks
Tired, give up, hurdle, courtesy, linesman, corner, frightening, referee, whistle, overwhelming. etc
c. Text structure:
1. Orientation
2. Series of events
3. Reorientation
d. Language usage:
Reported speech

Metode / technique : Three-phase technique

Langkah-langkah kegiatan :
Pertemuan 1.
Kegiatan pendahuluan
a. Tanya jawab berbagai hal terkait dengan keadaan siswa
b. Membahas kata-kata sulit& ungkapan yang digunakan dalam text
Kegiatan inti
a. Siswa membaca nyaring teks dengan intonasi dan tekanan yang tepat.
b. Memahami isi teks secara seksama
c. Menjawab pertanyaan yang terdapat dibacaan
d. Menjodohkan kata dengan makna yang tepat
e. Membuat kalimat sederhana menggunakan kata yang tersedia
f. Menjawab pertanyaan tentang teks
Kegiatan Penutup
a. Menanyakan kesulitan siswa dalam memahami teks recount
b. Menyimpulkan materi

Pertemuan 2
Kegiatan pendahuluan
a. Mereview ulang kata yang telah dipelajari sebelumnya
b. Tanya jawab menggunakan kata-kata yang telah dipelajari
Kegiatan inti
a. Membaca dan memahami contoh-contoh kalimat dalam yang telah ada dlm teks
b. Mengidentifikasi kegunaan dari kalimat
c. Mengidentifikasi kalimat menggunakan pola Simple Past tense dan Reported speech.
d. Mengganti/Mengubah kalimat langsung jadi kalimat tidak lansung
Kegiatan penutup
a. Menanyakan kesulitan selama proses belajar mengajar

Pertemuan 3.
Kegiatan pendahuluan
a. Meriview ulang kata-kata dan pola kalimat yang telah dipelajari
b. Memahami gambar
c. Menjawab pertanyaan secara langsung /oral
Kegiatan inti
a. Membaca dan memahami teks recount
b. Menyalin ulang teks dengan penulisan, tanda baca yang benar.
c. Mencari memilih teks recount yang sejenis dari Koran/majalah diperpustakaan
Kegiatan penutup
a. Memberi pendapat secara umum terhadap hasil tulisan siswa
b. Memberi motivasi agar siswa dapat menggunakan kalimat-kalimat yang telah dipelajari dalm kehidupan sehari-hari.

Pertemuan 4
Kegiatan pendahuluan
a. Meriview ulang kata-kata dan pola kalimat yang telah dipelajari
b. Mengidentifikasi struktur teks recount yang akan ditulis
Kegiatan inti
d. Menjawab pertanyaan pemandu untuk membantu dlm menulis teks recount
a. Menemukan informasi tertentu dari jawaban pertanyaan
b. Menulis suatu teks recount secara berpasangan
Kegiatan penutup
a. Memberi pendapat secara umum terhadap hasil tulisan siswa
b. Memberi motivasi agar siswa dapat menggunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber belajar
a. Buku teks yang relevan : Contextual English,Grafindo, halaman 23 – 30
b. Script teks descriptive yang terlampir.
c. Gambar-gambar yang relevan

Penilaian
a. Teknik penilaian : Tes lisan dan tertulis
b. Bentuk : Lisan
c.Instrumen : Terlampir

Pedoman Penilaian
1. Untuk no. I,Menggunakan Rubrik penilaian

2. Untuk no. II, tiap jawaban yang benar skor 2
2. Jumlah skor maksimal I. 5 X 5 = 25
II 5 X 2 = 10
____________
Jumlah 35
3. Nilai maksimal : 100
4. Nilai siswa = Skor perolehan
Skor maksimal

Rubrik penilaian
No. I

Students name Aspek yang dinilai nilai ket
Pengucapan Intonasi accuraccy manner content
Skor max= 5

No Uraian Skor
II Setiap jawaban benar
Setiap jawaban salah / tidak menjawab 2
0

Mengetahui. Duri,……………….. 2008
Kepala SMP………………… Guru Mata pelajaran
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Februari 1, 2009
Posted by cafestudi061 in RPP Bahasa Inggris SMP Kelas VIII.
add a comment

Nama sekolah : SMP …………………..
Mata Pelajaran : Bahasa Inggris
Kelas / Semester : VIII / I

Standar Kompetensi : 1. Medengar
Merespon makna dalam percakapan trnsaksional dan interpersonal sederhana untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
2. Berbicara
Mengungkapkan makna percakapan transaksional dan interpersonal lisan pendek sederhana untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar

Kompetensi Dasar: 1.2 Merespon makna yang terdapat dalam percakapan transaksional to get things done) dan interpersonal (bersosialisasi) sederhana secara akurat, lancar dan berterima untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar melibatkan tindak tutur : Mengakui, mengingkari fakta, meminta memberi pendapat
2.2. Merespon makna yang terdapat dalam monolog pendek sederhana secara akurat lancer dan berterima untuk berinteraksi dengan lingkunga linkungan sekitar dalam teks recount sederhana

3.2 Mengungkapkan makna yang terdapat dalam percakapan transaksional to get things done) dan interpersonal (bersosialisasi) sederhana dengan menggunakan ragam bahasa lisan secara akurat, lancar dan berterima untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar melibatkan tindak tutur : Meminta , memberi pendapat, mengakui dan mengingkari fakta.

Indikator : Merespon dan mengungkapkan Ungkapan-ungkapan :
• Mengakui dan mengingkari fakta.
• Meminta dan memberi pendapat

Jenis teks : Transaksional dan Interpersonal

Aspek skill : 1. Mendengarkan
: 3. Berbicara

Alokasi waktu : 8 x 40 menit

Tujuan pembelajaran :
Pada akhir pembelajaran siswa dapat:
a. Merespon ungkapan mengakui dan mengingkari fakta
b. Merespon ungkapan meminta dan memberi pendapat

Materi pembelajaran :
a. Materi percakapan transaksional dan intrpersonal lisan yang memuat ungkapan-ungkapan berikut :
1. A: What do you think about our president SBY?
B: I think……
2. A: What’s your opinion about our Physics assignment ?
B: In my opinion it’s much easier than the assignment we had yesterday

c. Kosa kata terkait teks : Tema : I Think Football Is Great
d. Language usage : Modals Auxilaries

Metode / technique : Three-phase technique

Langkah-langkah kegiatan :
Pertemuan 1.
Kegiatan pendahuluan
a. Tanya jawab berbagai hal terkait dengan keadaan siswa
b. Membahas kata-kata sulit& ungkapan yang digunakan dalam text
Kegiatan inti
a. Medengarkan teks percakapan dan atau siswa mendengar guru membaca teks percakapan transaksional dan interpersonal
b. Mendengar kembali text dibaca selagi melengkapi text transaksional dan interpersonal yang rumpang.
c. Meniru / mengulang text percakapan dengan intonasi dan pengucapan yang benar
d. Menjawab pertanyaan yang dibacakan oleh guru
e. Menentukan makna dan fungsi ungkapan yang didengar
f. Menjawab pertanyaan tentang isi percakapan
g. Memberi respon lisan dan tertulis terhadap ungkapan yang didengar.
Kegiatan Penutup
a. Menanyakan kesulitan siswa dalam memahami ungkapan-ungkapan dalam percakapan transaksionl dan interpersonal
b. Menyimpulkan materi

Pertemuan 2
Kegiatan pendahuluan
a. Mereview ulang ungkapan-ungkapan yang telah dipelajari sebelumnya
b. Tanya jawab menggunakan ungkapan-ungkapan
Kegiatan inti
a. Membaca percakapan transaksional dan interpersonal yang ada secara berpasangan
b. Mencari / menemukan ungkapan-ungkapan lain yang sejenis
c. Memperagakan dialog secara berpasangan didepan kelas
Kegiatan penutup
a. Membuat dialog secara berpasangan sesuai situasi yang diberikan, menggunakan ungkapan yang telah dipelajari.
b. Menanyakan kesulitan siswa
c. Menyimpulkan materi
d. Menugaskan siswa melanjutkan pekerjaan yang belum selesai dan menghafal percakapan yang telah dibuat dirumah

Pertemuan 3.
Kegiatan pendahuluan
a. Meriview ulang ungkapan ungkapan yang telah dipelajari
Kegiatan inti
a. Menampilkan percakapan yang telah dibuat didepan kelas secara berpasangan atau pun bekelompok
Kegiatan penutup
a. Memberi pendapat secara umum terhadap penampilan dan pendapat siswa
b. Memberi motivasi agar siswa dapat menggunakan ungkapan yang telah dipelajari dalm kehidupan sehari-hari.

Sumber belajar
a. Buku teks yang relevan : Contextual English,Grafindo, halam – 14 – 23
b. Script percakapan dan atau rekaman percakapan yang terlampir.
c. Gambar-gambar yang relevan

Penilaian
a. Teknik penilaian : Tes lisan dan Unjuk kerja
b. Bentuk : Lisan
c.Instrumen : terlampir

Pedoman Penilaian
1. Untuk no. I, tiap jawaban yang benar skor 3
2. Untuk no. II, tiap jawaban yang benar skor 2
3. Jumlah skor maksimal I. 5 X 3 = 15
II 5 X 2 = 10
____________
Jumlah 25
4. Nilai maksimal : 10
5. Nilai siswa = Skor perolehan
Skor maksimal

Rubrik penilaian

No Uraian Skor
I Isi benar, tata bahasa benar
Isi benar, tata bahasa kurang tepat
Isi dan tata bahasa kurang tepat
Tidak menjawab 3
2
1
0
II Setiap jawaban benar
Setiap jawaban salah / tidak menjawab 2
0

Mengetahui. Duri, ………………2008
Kepala SMP………………… Guru Mata pelajaran