kuliah pagi
index
tokobuah
allahuakbar
just put any comment on my blog
So when he meets the locals,
he chooses the easy door—
Google Meet, smooth and simple,
no puzzles, no friction, no war.
But when he meets us,
a different road appears:
Microsoft Teams, heavier steps,
more layers, more silence, more gears.
Why?
I don’t know.
He says he has reasons,
and maybe he does.
I hope those reasons
are clean, not sharpened by bias,
not wrapped in quiet intentions
that bruise the unseen.
O God,
who knows what hides behind choices,
protect our hearts from suspicion,
protect our work from unfair noise.
If ease is given to some,
let patience be given to us.
If systems divide,
let justice unite.
May no platform become a weapon,
no tool become a test of power.
May we walk safely through this moment,
guarded by faith,
by clarity,
by You.
Usually,
bringing a drink is never a problem—
a quiet companion in my bag,
waiting patiently for my thirsty throat.
Today was different.
A raised voice,
rules turning into a hammer.
I was scolded, it was confiscated,
told to throw it away—
as if thirst were a small crime.
I placed it outside,
planning to take it home later,
a simple promise
between me and my patience.
But evening returned me empty-handed.
The bottle was gone.
Not the wind.
Not time.
Only a bitter certainty—
that woman,
with eyes that never lowered,
hands too quick
for something not hers.
This annoyance boils,
like water I never got to drink.
My anger drips onto the floor of reason,
turning into sharp sentences
that want to scream,
yet I hold them back.
Because sometimes,
a small loss teaches something bigger:
that patience does not mean forgetting,
and anger may visit—
as long as it does not stay.
Jemput Anisa
Kembang sepasang
ATM
Jemput Novinda
Pom
Kembang sepasang
Parkir
Tokobuah
Net
Tokokuning
Poya
Tokobuah
Antar Anisa
Jemput Novinda
Pxmart
Shopee
Novinda
Pul
Malam jemput bu sulis
Femi
Biskop plus cut m anisa
sevel
busulis
allahuakbar
jemput busulis
ngantar ke kampus
ketemuan di atm ijo with anisa n cut
makan di cafe jepang
nightmarket
busulis
allahuakbar
femi kopi
kuliah pagi
pul gasik
masak
kampus sampah
cek toko kampus
perpus eror petugas
pul
novinda
hotpot kuning
anisa
hotpot kuning
uniqlo surprise by anisa n novinda
antar novinda pul
antar anisa tokobuah1
tokobuah2
allahuakbar
It happens again—
time stretches longer
than it ever should,
minutes turning heavy,
patience tested in silence.
God,
make me strong
when waiting feels unfair,
when effort feels unseen,
when my heart grows tired.
God,
help me hold my ground
without hardening my soul,
help me endure
without losing myself.
If justice feels distant,
I place it in Your hands.
May You reward them
not by my anger,
but by Your wisdom—
with exactly what they deserve.
And may I walk away
lighter,
cleaner,
stronger than before.
Berikut 15 alasan umum artikel di-exclude dalam Systematic Literature Review (SLR) yang paling sering digunakan dan diterima secara akademik untuk dicantumkan pada tabel/diagram PRISMA. Daftar ini siap pakai untuk jurnal, tesis, maupun disertasi.
Duplicate records
Artikel yang sama muncul lebih dari satu kali dari database berbeda.
Topik tidak relevan dengan research question
Fokus penelitian tidak sesuai dengan tujuan SLR.
Populasi penelitian tidak sesuai
Subjek penelitian bukan sasaran yang ditetapkan (misal bukan calon guru, siswa SD, dll.).
Konteks atau setting tidak sesuai
Penelitian dilakukan pada konteks yang berbeda (misal industri, pendidikan tinggi, bukan pendidikan dasar).
Jenis publikasi tidak sesuai
Editorial, opini, book review, short communication, atau abstract-only.
Bahasa artikel tidak sesuai kriteria
Artikel bukan dalam bahasa yang ditentukan (misal non-Inggris).
Full-text tidak tersedia
Artikel tidak dapat diakses secara penuh.
Metodologi penelitian tidak sesuai
Metode tidak memenuhi kriteria (misal studi konseptual saat hanya menerima empirical studies).
Tidak menggunakan data empiris
Artikel bersifat teoritis tanpa data lapangan.
Variabel/konsep utama tidak dibahas secara eksplisit
Istilah ada, tetapi tidak menjadi fokus utama penelitian.
Hasil penelitian tidak menjawab research question
Temuan tidak relevan dengan tujuan SLR meskipun topik mirip.
Instrumen atau prosedur penelitian tidak dijelaskan
Kurang transparan atau tidak memenuhi standar akademik.
Kualitas metodologis rendah
Validitas, reliabilitas, atau desain penelitian lemah.
Rentang tahun publikasi tidak sesuai
Artikel diterbitkan di luar batas tahun yang ditentukan.
Konteks geografis tidak sesuai (jika dibatasi)
Misalnya studi dilakukan di negara maju sementara fokus SLR adalah negara berkembang/Indonesia.
Full-text articles excluded (n = 18): methodology not aligned (n = 6); population mismatch (n = 5); insufficient data (n = 4); irrelevant outcomes (n = 3).
When he asked,
all I could say was, “I don’t like it.”
My mind screamed in silence:
So full of himself. A flatterer.
Only wanting to look smart in the teacher’s eyes.
God, hear my prayer,
wipe away all the darkness clinging to my heart.
God, protect me from those who wish me harm,
from every ill intention that surrounds me.
All these thoughts arise
because of the wounds he left in the past,
his actions maddening,
making my heart silently bleed.
God, guide me,
teach me to hold back my anger,
give him a just return,
not from my hands, but from Your justice.
Let this pain become a lesson,
not a prison for my soul.
Let me stand tall,
even when the world treats me unfairly.
haji
Hari / Waktu | Lokasi | Prosesi Ibadah Haji | Keterangan | Doa / Dzikir |
Sebelum Haji | Miqat | Ihram | Niat haji, memakai pakaian ihram, larangan tertentu mulai berlaku | Niat ihram: “Labbayka Allahumma Hajj…”Talbiyah: “Labbayka Allahumma labbayk, labbayka laa syarika laka labbayk…” |
Setibanya di Makkah | Masjidil Haram | Tawaf Qudum | Mengelilingi Ka'bah 7 kali, mulai dari Hajar Aswad | Mulai dari Hajar Aswad: “Bismillahi Allahu Akbar”Dzikir: “SubhanAllah, Alhamdulillah, Allahu Akbar”Doa pribadi |
Setibanya di Makkah | Safa-Marwah | Sa’i | Berjalan/berlari kecil 7 kali antara Safa dan Marwah | Doa di Safa dan Marwah, dzikir: “Rabbighfir warham wa anta khayru ar-rahimeen” |
9 Dzulhijjah | Padang Arafah | Wuquf di Arafah | Puncak ibadah haji, wajib bagi sahnya haji | Dzikir dan doa: “La ilaha illallah wahdahu la syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli shay’in qadir”Doa pribadi sepanjang siang |
Malam 9 Dzulhijjah | Muzdalifah | Mabit & Ambil Batu | Menginap semalam, shalat Maghrib & Isya, mengambil batu untuk jumrah | Dzikir malam: tasbih, tahmid, takbirDoa saat ambil batu: “Bismillah, Allahu Akbar” |
10–12 Dzulhijjah | Mina | Melempar Jumrah (Rami al-Jamarat) | Melempar 3 jumrah dengan 7 batu kecil tiap jumrah | Saat melempar tiap batu: “Bismillah, Allahu Akbar”Doa: “Ya Allah, aku menjauhi dosa dan syetan” |
Setelah Jumrah Aqabah | Mina / Makkah | Tahallul | Memotong rambut/bercukur, menandai sebagian larangan ihram berakhir | Dzikir dan doa ringkas: “Alhamdulillah”, “Allahu Akbar” |
Sebelum meninggalkan Makkah | Masjidil Haram | Tawaf Wada’ | Tawaf perpisahan 7 kali mengelilingi Ka'bah | Mulai dari Hajar Aswad: “Bismillahi Allahu Akbar”Dzikir dan doa pribadi agar haji diterima, dosa diampuni, keselamatan pulang |
larangan
No | Larangan Ihram | Keterangan | Dampak / Tebusan (Dam) |
1 | Hubungan suami-istri | Tidak boleh bersentuhan, berciuman, atau berhubungan seksual | Jika dilakukan, wajib berkurban hewan (domba, kambing, unta, atau sapi) tergantung aturan syariat |
2 | Membunuh atau menyakiti makhluk hidup yang halal | Dilarang berburu atau membunuh hewan halal | Harus membayar tebusan berupa menyembelih hewan atau memberi makan fakir miskin |
3 | Memotong rambut atau kuku | Tidak boleh memotong rambut atau kuku sampai tahallul pertama | Harus membayar dam (tebusan) sesuai syariat |
4 | Menggunakan parfum atau wewangian | Tidak boleh memakai minyak wangi, sabun beraroma, parfum | Tidak menimbulkan dam, tetapi harus segera menghentikan penggunaan |
5 | Memakai pakaian jahitan (khusus pria) | Pria hanya boleh memakai dua lembar kain ihram tanpa jahitan | Jika memakai pakaian jahitan, wajib dam (menyembelih hewan atau memberi makan fakir miskin) |
6 | Menutupi kepala atau wajah (khusus pria) | Pria tidak boleh menutupi kepala atau wajah | Tidak menimbulkan dam, cukup menghentikan tindakan |
7 | Berburu atau merusak tanaman / alam | Dilarang mengambil atau merusak pohon, bunga, atau tanaman di wilayah Haram | Harus membayar dam berupa menyembelih hewan atau memberi makan fakir miskin |
8 | Perbuatan dosa / maksiat | Termasuk berkata kotor, mengumpat, berbohong, menipu | Tidak membatalkan haji, tapi berdosa; dianjurkan segera bertaubat |
9 | Larangan khusus wanita | Menutup wajah dengan cadar jika tidak ada alasan syar’i | Tidak membatalkan haji, cukup menyesuaikan pakaian sesuai syariat |
No | Tahap / Prosesi | Keterangan / Penjelasan | Doa / Bacaan |
1 | Ihram | Sebelum memasuki Miqat (tempat niat ihram), mandi besar (jika memungkinkan), bersuci, mengenakan pakaian ihram. Bagi pria: dua helai kain putih, bagi wanita: pakaian longgar menutup aurat. | Tidak ada doa khusus, cukup niat ihram: “Labbaik Allahumma Umrah” |
2 | Niat Umroh | Membaca niat Umroh saat mengenakan ihram. | “Labbayka Allahumma Umrah” (Artinya: Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, untuk Umroh) |
3 | Talbiyah | Mengucapkan talbiyah berulang-ulang dalam perjalanan menuju Ka’bah: “Labbayk Allahumma labbayk...” | “Labbayk Allahumma labbayk, labbayka la sharika laka labbayk...” |
4 | Tawaf | Mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali. Dimulai dari Hajar Aswad, berjalan searah jarum jam. Disunnahkan membaca doa, dzikir, dan shalawat selama tawaf. | “Bismillah, Allahu Akbar” saat menyentuh Hajar Aswad. Doa bebas selama tawaf, contoh: “Rabbana atina fid-dunya hasanah, wa fil-akhirati hasanah, wa qina ‘adhab an-nar” |
5 | Shalat di Multazam (sunnah) | Disunnahkan shalat dua rakaat setelah selesai tawaf di dekat Multazam (antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah). | Doa bebas atau doa khusus seperti “Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku dan terimalah ibadahku” |
6 | Sa’i | Berjalan bolak-balik antara bukit Safa dan Marwah sebanyak 7 kali. Dimulai dari Safa menuju Marwah dihitung satu kali, kembali ke Safa dihitung dua kali, dst. | Membaca doa dan dzikir, contoh: “Rabbighfir warham wa anta khayru-r-rahimin” |
7 | Tahallul / Memotong Rambut | Setelah selesai Sa’i, pria mencukur sebagian rambut (lebih baik dicukur bersih), wanita memotong ujung rambut. Menandakan keluar dari Ihram. | Tidak ada bacaan khusus, cukup niat memotong rambut untuk tahallul. |
8 | Doa dan Dzikir Tambahan | Disunnahkan memperbanyak ibadah, doa, dan dzikir di Masjidil Haram atau area sekitar Ka’bah. | Dzikir umum: “Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar” |
9 | Tamatnya Umroh | Setelah tahallul dan Sa’i selesai, Umroh dinyatakan selesai. Jamaah bisa kembali ke aktivitas biasa. | Doa penutup: ucapan syukur kepada Allah, contohnya: “Alhamdulillahi alladhi at’amana wasaqana waja’alana min al-muslimin” |