Monday, July 12, 2010

paru2 sakit karena hobi makan popcorn


Hambar rasanya jika menonton film tanpa ditemani popcorn atau brondong jagung. Meski nikmat, kebiasaan semacam ini pernah dilaporkan memicu kerusakan parah pada paru-paru.

Belum lama ini seorang wanita asal New York mengajukan gugatan terhadap perusahaan pembuat popcorn, ConAgra Foods. Karena bulan lalu ia didiagnosis mengalami ‘popcorn lung’, yakni obstruksi saluran napas yang dipicu oleh bahan perasa pada popcorn.

Dikutip dari NYpost, Selasa (11/5/2010), wanita bernama Agnes Mercado itu mengaku setiap hari makan 2-3 bungkus popcorn yang mengandung diacetyl, bahan perasa yang disebut-sebut sebagai pemicu penyakitnya. Kebiasaan itu berlangsung selama 16 tahun, sejak 1991.

ConAgra Foods sendiri telah mengganti diacetyl dengan bahan lain sejak 2007, namun kerusakan pada paru-paru wanita itu bersifat permanen. Kini pernapasannya dibantu tabung oksigen, dan terancam harus menjalani transplantasi paru.

.

FDA Jamin Diacetyl Aman

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) sebenarnya mengizinkan penggunaan diacetyl sebagai bahan perasa. Hingga saat ini, senyawa tersebut juga sering digunakan pada berbagai produk makanan seperti wine, bir dan permen.

Dikutip dari Foodsavetymagazine, FDA menyatakan bahwa bahan tersebut tidak membahayakan kesehatan jika yang terhirup kadarnya kecil. Namun demi mendapatkan cita rasa paling nikmat, perusahaan sering menambahkan diacetyl hingga melebihi batas aman.

Akhirnya pada tahun 2007, sejumlah negara bagian seperti California dan Indiana melarang penggunaan diacetyl, dan meminta perusahaan popcorn menggantinya dengan bahan lain. Ini menyusul laporan bahwa ratusan pekerja pabrik popcorn mengalami gangguan pernapasan akibat bahan tersebut.

.

Gejalanya Mirip Batuk

Agnes Mercado memang bukan pelanggan pertama yang mengajukan gugatan terhadap pabrik popcorn. Pada tahun 2007, pria asal Denver Wayne Watson juga mengajukan gugatan atas kasus serupa. Selama 10 tahun, Watson makan 1-2 bungkus popcorn setiap hari.

Cecile Rose, dokter dari National Jewish Medical Center yang menangani Watson mengatakan bahwa kasus ini jarang dijumpai pada konsumen. Biasanya, keracunan diacetyl dialami oleh pekerja di pabrik popcorn yang setiap hari menghirup uap diacetyl dalam jumlah besar.

Dalam istilah medis, penyakit ini disebut juga bronchiolitis obliterans. Gejala yang ditimbulkan antara lain sebagai berikut:

1. Adanya luka dan pengerasan pada jaringan paru-paru
2. Batuk kering
3. Napas pendek, tersengal-sengal
4. Berat badan turun
5. Berkeringat di malam hari
6. Demam dan kulit mengelupas

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC) menyebut gejala awalnya kadang mirip batuk biasa, namun akan terus memburuk. Pada stadium yang sudah parah, pengobatan tidak bisa memperbaikinya sehingga membutuhkan transplantasi.

Sumber: DetikHealth

No comments: