Tuesday, July 14, 2026

14 juli 26 selasa

 




14 juli 26 selasa

femi kopi

meeting online

palugada

apotek

wrg preman

kampus ngurus berkas

mlm pak kos

allahuakbar


Monday, July 13, 2026

Get an edge over others"

 




"Get an edge over others" berarti:

  • Mendapatkan keunggulan dibanding orang lain.
  • Menjadi lebih unggul daripada yang lain.
  • Memperoleh keuntungan kompetitif.
  • Selangkah lebih maju dibanding pesaing.

Ungkapan ini sangat umum digunakan dalam bahasa Inggris, terutama dalam konteks pendidikan, karier, bisnis, dan kompetisi.

Contoh penggunaan

  1. Students who master AI tools can get an edge over others in the job market.
    • Mahasiswa yang menguasai alat AI dapat memperoleh keunggulan dibandingkan yang lain di pasar kerja.
  2. Good communication skills help you get an edge over other job applicants.
    • Kemampuan komunikasi yang baik membantu Anda lebih unggul dibandingkan pelamar kerja lainnya.
  3. Publishing in top journals gives researchers an edge over others when applying for grants.
    • Menerbitkan artikel di jurnal bereputasi memberikan peneliti keunggulan dibandingkan peneliti lain saat mengajukan hibah.

Perbedaan nuansa

  • Get an edge over others → menekankan proses memperoleh keunggulan.
  • Have an edge over others → menekankan sudah memiliki keunggulan.
  • Gain an edge over others → lebih formal; sering digunakan dalam tulisan akademik dan bisnis.

Dalam tulisan ilmiah, gain an edge over others biasanya terdengar paling natural dan formal. Misalnya:

Students who develop AI literacy may gain an edge over others in an increasingly competitive job market.

Artinya:

Mahasiswa yang mengembangkan literasi AI dapat memperoleh keunggulan dibandingkan yang lain di pasar kerja yang semakin kompetitif.

"Take an edge over others"

 




"Take an edge over others" berarti:

  • Memiliki keunggulan dibanding orang lain
  • Unggul dari pesaing
  • Mendapatkan keuntungan kompetitif
  • Selangkah lebih maju daripada yang lain
  • Memiliki nilai lebih dibanding orang lain

Kata edge di sini berarti keunggulan atau advantage.

Contoh kalimat

  1. Students who develop AI literacy can take an edge over others in the job market.
    • Mahasiswa yang mengembangkan literasi AI dapat memiliki keunggulan dibandingkan yang lain di pasar kerja.
  2. Learning English gives you an edge over others when applying for international jobs.
    • Menguasai bahasa Inggris memberikan Anda keunggulan dibandingkan pelamar lain saat melamar pekerjaan internasional.
  3. Using innovative teaching strategies helps teachers take an edge over others.
    • Menggunakan strategi pembelajaran yang inovatif membantu guru lebih unggul dibandingkan yang lain.

Catatan penggunaan

Dalam bahasa Inggris, ungkapan yang lebih alami adalah:

  • have an edge over others ✅ (paling umum)
  • gain an edge over others
  • get an edge over others

Sedangkan take an edge over others terdengar kurang idiomatis dan jarang digunakan oleh penutur asli.

Jadi, jika Anda sedang menulis artikel akademik atau presentasi, lebih baik gunakan:

  • have an edge over others
  • gain a competitive edge
  • gain an advantage over others
  • outperform others (jika konteksnya hasil atau kinerja)

Misalnya:

Students with strong critical thinking skills have an edge over others in solving complex problems.

Artinya:

Mahasiswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis yang kuat memiliki keunggulan dibandingkan mahasiswa lain dalam memecahkan masalah yang kompleks.

Sunday, July 12, 2026

elephant collection

 






@book

@tabata

@elephantlover

@elephantcollection

11 juli 26 mingggu

 




kampus sampah

print

tokobuaheror

pxmart

showba

tokobuaheror

tokobuah3

wrg wiwin

allahuakbar

Friday, July 10, 2026

10 juli 26 jumat

 




kerja di ce ita full dari pagi mpe malam

allahuakbar

Thursday, July 9, 2026

SmartPLS






kesalahan terbesar saat belajar SmartPLS adalah langsung menggunakan data penelitian sendiri (misalnya 200 responden dan 40 indikator). Akibatnya, mahasiswa bingung karena tidak tahu apa yang sedang dihitung.

Kita mulai dari contoh yang sangat sederhana.


Studi Kasus

Misalkan kita ingin mengetahui:

Apakah Technology Literacy meningkatkan Critical Thinking?

Modelnya hanya memiliki 2 variabel.


Technology Literacy  ─────────►  Critical Thinking


Technology Literacy = X

Critical Thinking = Y


Indikator

Technology Literacy memiliki 3 pertanyaan


TL1

TL2

TL3


Critical Thinking memiliki 3 pertanyaan


CT1

CT2

CT3


Total hanya 6 indikator.


Data

Misalkan ada 10 mahasiswa.

ID

TL1

TL2

TL3

CT1

CT2

CT3

1

5

5

4

5

5

4

2

4

4

4

4

4

4

3

3

4

3

3

4

3

4

5

5

5

5

5

5

5

4

5

4

4

5

4

6

2

3

2

2

3

2

7

3

3

4

3

3

4

8

5

4

5

5

4

5

9

4

4

5

4

4

5

10

3

2

3

3

2

3

Inilah data yang nanti diimpor ke SmartPLS.


Langkah 1

Buka SmartPLS

Klik


New Project


beri nama


Latihan SEM



Langkah 2

Import data Excel

Setelah selesai akan muncul


TL1

TL2

TL3

CT1

CT2

CT3


di panel kiri.


Langkah 3

Klik


Create Construct


Buat dua lingkaran.


Technology Literacy


Critical Thinking


Layarnya menjadi seperti ini.


○ Technology Literacy


○ Critical Thinking



Langkah 4

Drag indikator.

Masukkan


TL1

TL2

TL3


ke Technology Literacy.

Masukkan


CT1

CT2

CT3


ke Critical Thinking.

Sekarang tampilannya menjadi


         TL1

         

         TL2

         

Technology Literacy

         

         TL3


dan


Critical Thinking


CT1


CT2


CT3



Langkah 5

Hubungkan kedua konstruk.

Klik


Connect


Tarik panah


Technology Literacy


────────────►


Critical Thinking


Model selesai dibuat.


Langkah 6

Sekarang klik


Calculate



PLS Algorithm


Klik


Start


Tunggu sekitar beberapa detik.


Pertanyaan

Mahasiswa biasanya bertanya:

"Pak, habis ini lihat apa?"

Jawabannya:

Jangan lihat Path Coefficient dulu.

Yang pertama dicek adalah

Outer Loading


Misalkan keluar hasil

Item

Loading

TL1

0.91

TL2

0.88

TL3

0.86

CT1

0.93

CT2

0.90

CT3

0.87

Saya akan bertanya kepada Anda.

Apakah model ini bagus?

Jawabannya:

Ya.

Karena semuanya


> 0.70


berarti indikator mengukur konstruk dengan baik.


Langkah berikutnya

Lihat


Construct Reliability


Misalkan hasilnya

Variabel

CR

AVE

Technology Literacy

0.93

0.82

Critical Thinking

0.94

0.85

Saya bertanya lagi.

Bagaimana hasilnya?

Karena


CR > 0.70


AVE > 0.50


berarti

  • reliabel
  • valid


Baru sekarang melihat hubungan antar variabel

Klik


Bootstrapping


Misalkan hasilnya

Hubungan

β

t

p

Technology Literacy → Critical Thinking

0.79

8.94

0.000

Saya bertanya lagi.

Apakah hipotesis diterima?

Karena


p < 0.05


maka

Ya.

Artinya

Technology Literacy berpengaruh signifikan terhadap Critical Thinking.


Nilai R²

Misalkan


Critical Thinking


R² = 0.63


Apa artinya?

Artinya

63%

Critical Thinking dijelaskan oleh Technology Literacy.

Sedangkan

37%

dijelaskan oleh faktor lain.


Selesai.

Itulah SEM paling sederhana.


Mengapa mahasiswa sering bingung?

Karena SmartPLS mengeluarkan lebih dari 20 tabel, padahal tidak semuanya harus dibaca.

Untuk artikel jurnal SINTA atau Scopus, urutan membaca hasil biasanya cukup seperti berikut:

  1. Outer Loadings → apakah indikator valid?
  2. Cronbach's Alpha & Composite Reliability → apakah konstruk reliabel?
  3. AVE → apakah validitas konvergen terpenuhi?
  4. HTMT atau Fornell–Larcker → apakah konstruk saling berbeda (validitas diskriminan)?
  5. Collinearity (VIF) → apakah ada masalah multikolinearitas?
  6. Path Coefficients → apakah hipotesis didukung?
  7. → seberapa besar variasi variabel dependen dijelaskan model?
  8. f² (Effect Size) → seberapa besar kontribusi masing-masing jalur?
  9. Q² (Predictive Relevance) → apakah model memiliki kemampuan prediksi?
  10. Indirect Effects (jika ada mediasi) atau Interaction Effects (jika ada moderasi).


Saya menyarankan metode belajar yang lebih efektif

Melihat latar belakang Anda yang sering menulis artikel ilmiah dan melakukan penelitian kuasi-eksperimen, saya menyarankan belajar SmartPLS melalui satu proyek lengkap, bukan contoh terpisah.

Misalnya kita membuat penelitian dari awal dengan topik:

Project-Based Learning → Technology Literacy → Critical Thinking → Lesson Plan Design

Kemudian saya akan membimbing Anda langkah demi langkah:

  • Pertemuan 1: Menyusun model konseptual dan hipotesis.
  • Pertemuan 2: Membuat kuesioner dan data (sekitar 100 responden simulasi).
  • Pertemuan 3: Menggambar model di SmartPLS.
  • Pertemuan 4: Membaca seluruh output SmartPLS satu per satu beserta artinya.
  • Pertemuan 5: Menulis bagian Results dan Discussion seperti artikel Scopus.

Dengan pendekatan ini, Anda tidak hanya tahu tombol mana yang diklik, tetapi juga memahami mengapa setiap analisis dilakukan dan bagaimana menginterpretasikan hasilnya. Ini biasanya merupakan cara tercepat untuk benar-benar menguasai SEM-PLS.