Wednesday, January 28, 2026

RCT (Randomized Controlled Trial)

 




A RCT (Randomized Controlled Trial) is a type of scientific experiment, often used in medicine, psychology, education, or social sciences, that is designed to test the effectiveness of an intervention or treatment while minimizing bias. Let me break it down carefully:


Key Features of an RCT

  1. Randomization

    • Participants are randomly assigned to either the intervention group (receives the treatment) or the control group (receives no treatment, standard treatment, or placebo).

    • Randomization ensures groups are similar at the start, reducing selection bias.

  2. Control Group

    • Acts as a baseline to compare outcomes.

    • Helps determine whether the effect is due to the intervention or other factors.

  3. Blinding (optional but common)

    • Single-blind: Participants don’t know which group they’re in.

    • Double-blind: Both participants and researchers don’t know group assignments.

    • Reduces bias in reporting or measuring outcomes.

  4. Outcome Measurement

    • Predefined outcomes are measured after the intervention to see if there is a statistically significant difference between groups.


Steps in an RCT

  1. Define the research question and outcomes.

  2. Recruit participants based on inclusion/exclusion criteria.

  3. Randomly assign participants to intervention or control.

  4. Apply the intervention to the experimental group.

  5. Measure the outcomes in both groups.

  6. Analyze data to see if the intervention had a significant effect.


Why RCTs Are Important

  • Considered the gold standard for establishing causality.

  • Helps determine whether a treatment truly works rather than relying on observational correlations.

  • Widely used in clinical trials, education interventions, and social programs.


Example:
If researchers want to test whether a new teaching method improves reading skills:

  • Randomization: Randomly assign students to either the new method (intervention) or the usual method (control).

  • Measure outcome: Test reading skills after 3 months.

  • Analysis: Compare the two groups to see if the new method caused improvement.

Socratic Method




Socratic Method itu metode belajar lewat pertanyaan-pertanyaan kritis—bukan ceramah, bukan langsung kasih jawaban. Intinya: membantu orang “melahirkan” pemahaman sendiri lewat dialog. 🧠✨

Intinya singkat

  • Dikembangkan oleh Socrates (filsuf Yunani).

  • Guru/fasilitator tidak memberi jawaban, tapi menggiring dengan pertanyaan.

  • Tujuannya: melatih berpikir kritis, reflektif, dan logis.

Ciri-ciri utama

  1. Berbasis pertanyaan (why, how, what if).

  2. Dialog dua arah (diskusi, bukan monolog).

  3. Menggugat asumsi (apa yang kita anggap benar).

  4. Mendorong penalaran (alasan di balik jawaban).

  5. Reflektif (peserta menyadari cara berpikirnya sendiri).

Contoh sederhana (di kelas)

Topik: Kejujuran
Guru tidak berkata: “Kejujuran itu penting.”
Tapi bertanya:

  • “Apa yang terjadi jika semua orang berbohong?”

  • “Apakah berbohong selalu salah? Mengapa?”

  • “Siapa yang dirugikan ketika kejujuran hilang?”

👉 Dari situ, siswa menyimpulkan sendiri nilai kejujuran.

Kelebihan

  • Melatih critical thinking & argumentasi

  • Cocok untuk pendidikan moral, filsafat, agama, dan karakter

  • Siswa jadi aktif, bukan pasif

Kekurangan

  • Butuh waktu lebih lama

  • Perlu guru yang terampil bertanya

  • Kurang cocok untuk materi hafalan murni

Dalam konteks pendidikan (relevan dengan risetmu 😉)

Socratic Method sangat pas untuk:

  • Pendidikan moral & nilai (termasuk nilai Islam)

  • Penguatan kompetensi abad 21

  • Pembelajaran reflektif di era AI (bukan sekadar “jawaban cepat”)

Socrates


 


Socrates adalah filsuf besar Yunani Kuno (±469–399 SM) yang sering dijuluki bapak filsafat Barat. Menariknya, ia tidak pernah menulis buku—pemikirannya kita kenal lewat murid-muridnya, terutama Plato dan Xenophon.

Beberapa poin kunci tentang Socrates:

  • 🧠 Metode Socrates (Socratic Method)
    Ia mengajar dengan bertanya, bukan memberi jawaban. Pertanyaan-pertanyaannya menggiring orang untuk berpikir kritis, menyadari asumsi, dan menemukan kebenaran sendiri.

  • 🗣️ “Aku tahu bahwa aku tidak tahu”
    Ungkapan terkenal ini menekankan kerendahan hati intelektual—kesadaran bahwa kebijaksanaan dimulai dari mengakui keterbatasan pengetahuan.

  • ⚖️ Etika dan moral
    Fokus utama Socrates adalah kebajikan (virtue), keadilan, kebaikan, dan bagaimana manusia seharusnya hidup dengan benar. Baginya, pengetahuan dan kebajikan saling terkait.

  • 🏛️ Pengadilan dan kematian
    Ia dihukum mati oleh negara Athena karena dituduh merusak moral pemuda dan tidak menghormati dewa-dewa kota. Socrates memilih meminum racun daripada melarikan diri—sebuah simbol integritas dan ketaatan pada hukum.

Technology Task Fit (TTF)

 



🔹 Technology Task Fit (TTF) itu apa?

Technology Task Fit adalah tingkat kesesuaian antara teknologi yang digunakan dengan tugas/pekerjaan yang harus dilakukan pengguna.

👉 Intinya:

Teknologi akan efektif dan berdampak positif kalau fit (cocok) dengan kebutuhan tugas penggunanya.


🔹 Definisi singkat (siap kutip)

Technology Task Fit (TTF) refers to the degree to which a technology assists an individual in performing their tasks effectively.


🔹 Komponen utama TTF

Biasanya terdiri dari 3 elemen kunci:

1️⃣ Task Characteristics

  • Jenis tugas

  • Kompleksitas tugas

  • Frekuensi dan tujuan tugas
    📌 Contoh (guru SD):

  • Menyusun RPP

  • Menilai hasil belajar

  • Mengelola kelas digital

2️⃣ Technology Characteristics

  • Fitur teknologi

  • Kemudahan penggunaan

  • Keandalan & fleksibilitas
    📌 Contoh:

  • AI untuk penilaian otomatis

  • LMS (Google Classroom, Moodle)

  • Aplikasi pembelajaran interaktif

3️⃣ Task–Technology Fit

  • Seberapa sesuai teknologi tersebut untuk menyelesaikan tugas

  • Apakah teknologi mempermudah, mempercepat, atau meningkatkan kualitas kerja


🔹 Kenapa TTF penting?

✔ Menjelaskan kenapa teknologi diterima atau ditolak
✔ Memprediksi kinerja & produktivitas pengguna
✔ Banyak dipakai dalam:

  • Riset adopsi teknologi

  • Pendidikan digital

  • AI in education

  • Sistem informasi


🔹 Contoh TTF dalam pendidikan

📘 AI untuk guru SD

  • Tugas: membuat soal HOTS

  • Teknologi: AI generator soal

  • Fit tinggi → guru lebih efisien & kreatif

  • Fit rendah → teknologi ada, tapi jarang dipakai


🔹 Hubungan TTF dengan model lain

TTF sering dikombinasikan dengan:

  • TAM (Technology Acceptance Model)

  • UTAUT

  • TPACK (khusus pendidikan)


🔹 Kalimat akademik siap pakai

The effectiveness of educational technology is strongly influenced by the degree of Technology Task Fit, where alignment between instructional tasks and technological features enhances teachers’ performance and learning outcomes.

Creative Problem Solving?

 




🔍 Apa itu Creative Problem Solving?

Creative Problem Solving adalah proses sistematis yang menggabungkan berpikir divergen (menghasilkan banyak ide) dan berpikir konvergen (memilih solusi terbaik) untuk memecahkan masalah secara kreatif.


🧠 Tahapan Creative Problem Solving (Model CPS klasik)

  1. Understanding the Problem
    Mengidentifikasi masalah yang sebenarnya (bukan cuma gejalanya).

  2. Clarifying the Challenge
    Merumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan kreatif
    👉 contoh: “Bagaimana cara…?”

  3. Generating Ideas
    Menghasilkan sebanyak mungkin ide tanpa menghakimi (brainstorming).

  4. Developing Solutions
    Menyaring ide, mengembangkan yang paling realistis dan berdampak.

  5. Implementing the Solution
    Menerapkan solusi dan mengevaluasi hasilnya.


✨ Contoh sederhana (konteks pendidikan)

Masalah:
Siswa SD cepat bosan saat pembelajaran.

CPS:

  • Masalah inti → metode belajar monoton

  • Ide kreatif → belajar berbasis game, proyek, cerita, atau STEAM

  • Solusi → proyek daur ulang, eksperimen sederhana, role play

  • Implementasi → pembelajaran tematik berbasis proyek


📚 Mengapa CPS penting (terutama di era AI)?

  • Melatih higher-order thinking skills (HOTS)

  • Menguatkan kemandirian dan fleksibilitas berpikir

  • Kompetensi kunci guru & siswa di era AI

  • Relevan banget dengan profil Pelajar Pancasila


🧩 Kata kunci CPS (sering muncul di jurnal)

  • Divergent & convergent thinking

  • Innovation

  • Problem-based learning

  • Design thinking

  • Metacognition

28 jan 26 rabu

 



seharian d kos

dapat oleh2 dari radika dan ilham

malam anisa

pasamalam

pxmart

index

allahuakbar