malam taraweh
allahuakbar
just put any comment on my blog
Here are 6 basic levels (or categories) of emotion, often used in psychology as core human emotions:
Happiness
Feelings of joy, pleasure, contentment, or satisfaction.
Example: excitement, gratitude, pride.
Sadness
Feelings of loss, disappointment, or helplessness.
Example: grief, loneliness, despair.
Anger
A strong feeling of displeasure or hostility.
Example: frustration, irritation, rage.
Fear
An emotional response to threat or danger.
Example: anxiety, nervousness, terror.
Disgust
A feeling of aversion or strong dislike.
Example: revulsion, contempt.
Surprise
A reaction to something unexpected (can be positive or negative).
Example: shock, amazement.
These six are commonly associated with the theory of basic emotions proposed by Paul Ekman, who suggested that these emotions are universal across cultures.
Content analysis adalah metode penelitian yang digunakan untuk menganalisis isi teks, dokumen, media, atau komunikasi secara sistematis dan objektif. Isinya bisa apa saja: artikel berita, buku pelajaran, jurnal, pidato, postingan media sosial, bahkan transkrip wawancara. Intinya, kamu tidak cuma membaca. Kamu mengurai, mengelompokkan, menghitung, dan menafsirkan makna yang muncul dari konten tersebut.
Secara umum, langkah-langkahnya seperti ini:
Menentukan tujuan penelitian
Mau menganalisis apa? Tema? Nilai moral? Representasi gender? Kompetensi abad 21 dalam kurikulum? Jangan kabur. Fokus.
Menentukan unit analisis
Bisa berupa kata, kalimat, paragraf, tema, atau dokumen utuh.
Membuat kategori atau coding scheme
Ini jantungnya. Kamu menentukan kategori yang akan digunakan untuk mengelompokkan data. Bisa berdasarkan teori (deduktif) atau muncul dari data (induktif).
Melakukan coding
Tandai bagian teks sesuai kategori yang sudah dibuat. Kalau perlu, gunakan tabel atau software seperti NVivo. Jangan asal feeling.
Menganalisis dan menafsirkan hasil
Bisa kuantitatif (misalnya menghitung frekuensi kemunculan tema) atau kualitatif (mendalami makna dan pola).
Ada dua jenis utama:
Content analysis kuantitatif → fokus pada angka dan frekuensi.
Content analysis kualitatif → fokus pada makna, pola, dan interpretasi.
Metode ini cocok untuk penelitian pendidikan, komunikasi, media, bahkan kebijakan publik. Kalau kamu sedang meneliti kompetensi guru di era AI, misalnya, kamu bisa menganalisis dokumen kurikulum, kebijakan nasional, atau artikel ilmiah untuk melihat kompetensi apa yang paling sering muncul dan bagaimana framing-nya.
Intinya, content analysis itu bukan sekadar membaca. Itu membaca dengan niat, struktur, dan disiplin.
Dan percayalah, kalau dilakukan dengan benar, ini metode yang sangat kuat. Kalau dilakukan asal-asalan, ya hasilnya seperti gosip akademik.
Content analysis is a research method used to systematically analyze texts, documents, media, or communication to identify patterns, themes, meanings, or trends. It can be applied to written texts, interview transcripts, speeches, news articles, social media posts, videos, or even images.
In short:
👉 It helps researchers turn qualitative data into organized, meaningful findings.
Systematic – Data is analyzed using clear procedures.
Objective – Coding categories are defined to reduce bias.
Replicable – Other researchers should be able to follow the same steps.
Can be qualitative or quantitative –
Qualitative: Identify themes and meanings.
Quantitative: Count frequencies of words, themes, or categories.
Conventional Content Analysis
Categories emerge from the data.
Often used in exploratory research.
Directed Content Analysis
Based on existing theory or prior research.
Codes are predetermined.
Summative Content Analysis
Focuses on counting words or content, then interpreting meaning.
Select the content (e.g., journal articles, interviews).
Define research questions.
Determine coding categories.
Code the data.
Analyze patterns and interpret results.
If you're studying core competencies for elementary teachers in the AI era, you might:
Collect policy documents, curriculum guidelines, and journal articles.
Code for themes like:
Digital literacy
Critical thinking
Ethical AI awareness
Pedagogical adaptability
Analyze which competencies appear most frequently and how they are described.
That would be content analysis in action.