Sunday, December 9, 2012
* GURU TENGGELAM *
Suatu hari Udin yg msh SD kls 4 pulang skolah sendrian. Seperti biasa dia melewati jembatan yg menghubungkan kampung
rumahnya dan kampung tempat sekolahnya berada..
Saat melewati jembatan, tiba2 dia melihat sesosok orang tenggelam dan berusaha untuk berenang tp kesulitan..
Setelah diperhatikan ternyata ituadalah guru sekolahnya..
Saking kagetnya dia diam terpaku tdk dapat
bergerak hanya dpt melihat dr atas jembatan gurunya yg tenggelam..dia ingin teriak tp tenggorokannya tersekat. Apalagi saat itu sepi tdk ad org jd dia bertambah bingung
dan panik..
Namun akhirnya dengan segenap tenaga dan susah payah kluar juga suara dr mulut Udin...
.
.
.
.
.
"Horeeee...besok liburrr..."
Pagi
Question
1. Do you get along with your little brother?
How is your report getting along?
What's the difference between the phrase "get along in the top sentence and the one in the bottom?
We fight all the time.
We have a fight all the time.
Britain fought with France againsit Germany in World War II.
Does "fight"(or fought) in each sentence mean the same thing?
2. What's the difference between "apply to" and "apply for"?
We apply for a job and apply to a school? What are some other examples?
I put in an application.
I sent in an application.
I submitted an application.
Do they all mean the same thing?
What does "put in" mean?
Answer
Maggie,
1. Get along with means have a good relationship in the first sentence and means making progress in the second.
Fight in the first two means had disputes with or quarreled with while were allies in the third.
2. Applied to means sent an application to an organization or individual; applied for means went after a specific job or position.
You apply for licenses (marriage, drivers, ham radio, plumbers), for a loan or mortage and you apply for an extention on you income tax.
Yes, they mean the same thing but the methods vary, e.g. by mail, internet, email, dropped off in person. Put in means got you name on the list or formally applied.
Jerry Leone
Gereja Blenduk Semarang
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Gereja Blenduk di tahun 1930-an Gereja Blenduk di tahun 1930-an
Gereja Blenduk di tahun 1930-an
Gereja Blenduk kini
Gereja Blenduk (kadang-kadang dieja Gereja Blendug dan seringkali dilafazkan sebagai mBlendhug) adalah Gereja Kristen tertua di Jawa Tengah yang dibangun oleh masyarakat Belanda yang tinggal di kota itu pada 1753, dengan bentuk heksagonal (persegi delapan). Gereja ini sesungguhnya bernama Gereja GPIB Immanuel, di Jl. Letjend. Suprapto 32. Kubahnya besar, dilapisi perunggu, dan di dalamnya terdapat sebuah orgel Barok. Arsitektur di dalamnya dibuat berdasarkan salib Yunani. Gereja ini direnovasi pada 1894 oleh W. Westmaas dan H.P.A. de Wilde, yang menambahkan kedua menara di depan gedung gereja ini. Nama Blenduk adalah julukan dari masyarakat setempat yang berarti kubah. Gereja ini hingga sekarang masih dipergunakan setiap hari Minggu. Di sekitar gereja ini juga terdapat sejumlah bangunan lain dari masa kolonial Belanda.
Daftar pendeta
Berikut ini adalah daftar pendeta yang bertugas di gereja ini sejak gereja ini dibangun hingga saat ini. Daftar ini dapat ditemukan di inskripsi yang terdapat di dinding gedung gereja.[1]
Johannes Wilhelmus Swemmelaar (1753 – 60)
David Daniel van Vianen (1760 – 62)
Simon Gideon (1762 – 66)
Cornelius Coetzier (1766 – 72)
Jonas van Pietersom Ramring (1767 – 70)
Johannes Lipsius (1772 – 76)
HermanusWachter (1777)
Fredericus Montanus (1778 – 1814)
Gottlob Bruckner (1814 – 1816)
Dr.Diederik Lenting (1816 – 17)
Gerardus van den Bijllaard (1819)
Dr.Diederik Lenting (1819 – 20)
Gerardus van den Bijllaard (1820 – 21)
Dominicus Anne Manstra (1821-27 RIP)
Pieter van Laren (1828 – 36)
Cornelis Pieter Lammers van Toorenburg (1836 – 40)
Johannes Hendrik van Rossum (1840 – 43)
Frederik Ulrich van Hengel (1843)
Hendrik Herman Schiff (1844 – 47)
Jan Jurrien Scheuer (1847 – 51)
Frederik Corneille van der Maar van Kulleler (1851 – 64)
Frederik Ulrich van Hengel (1860 – 71)
Pieter Leonard de Gaay Fortman (1864 – 66)
Joseph Karel Kam (1866 – 69)
Albert van Davelaar (1869 – 73)
Barend Johannes Ovink (1871 – 72)
Frederic Johan Jacobus Prins (1872 – 75)
Caspar Adam Laurens van Trootensburg de Bruijn (1873)
Hendrik Sanders Balsem (1873 – 74)
Haijte van Ameijdem van Duijm (1874 – 1885)
Barend Johannes Ovink (1875 – 1888)
Jan Faber (1885 – 87)
Ijnze Radersma (1886 – 89)
Haijte van Ameijdem van Duijm (1887 – 90)
Willem Mallinckredt (1899 – 94)
Dr.Wouterus van Lingen (1890 – 95)
Cornelis Rogge (1892 – 94)
Abraham Samuel Carpentier Alting (1895 – 97)
Willem van Griethuijsen (1895 – 97)
Dr.Wouterus van Lingen (1897)
Joan Frederic Verhoeff (1897 – 98)
Johan Hendrik Christiaan Israel (1898 – 99)
Johannes Cornelis Ijsbrand Bussingh de Vries (1898 – 1900)
Joan Frederic Verhoeff (1899 – 1904)
Dr.Aart Christian van Leeuwen (1900 – 04 RIP)
Johannes Cornelis Ijsbrand Bussingh de Vries (1904 – 04)
Johan Hendrik Christiaan Israel (1903)
Jean Henri de Vries (1904 – 07)
Dr.Wouterus van Lingen (1904 – 06)
Ari Adama (1905 – 05)
Joan Frederic Verhoeff (1907 – 08)
Tonke Pilon (1908 – 10)
Evert van Loon (1909 – 10)
Richeld Willem Frans Kyftenbelt (1910 – 11)
Georg Hennemann (1910 – 11)
Johannes Mechtelinus Coops (1911 – 12)
Abraham Hagedoorn (1911 – 19)
Warner van Griethuysen (1912 – 14)
Jan Brink (1914 – 21)
Dirk Jacobus Leepel (1919 – 20)
Bernardus Johannes Audier (1920 – 22)
Johannes Mechtelinus Coops (1921 – 27)
Gerrit Jan Reindert Langen (1922 – 28)
Johannes Arnoidus Rudolf Terlet (1927 – 29)
Gijsbert Cornelis Anton Adriaan van den Wijngaard (1928 – 30)
Bernardus Matthijs van Tangerloo (1930 – 33)
Hermanus Sterrenga (1930 – 31)
Johannes Matthijs Lindeijer (1931 – 34)
Karel Frederik Creutzberg (1933 – 34)
Jacques Louis Brinkerink (1934)
Cornelis Bastiaan Boere (1934 – 36)
George Willem Cornelis Vunderink (1935 – 41)
Wijsbrands Gerardus Redingius (1935 – 40)
Karel Frederik Creutzberg (1936 – 40)
Johana Hermina Stegeman (1940 – 41)
Floris Egbertus van Leeuwen (1940 – 43)
Johan Carel Hamel (1941 – 42)
Eppa Smith (1945 – 46)
Casper Spoor (1946 – 49)
W.H.F. Ter Braak (1947 – 49)
Eppa Smith (1949 – 54)
de Haart (1954 – 60)
Richard Palii (1954 – 60)
Willem Bernard Warouw (1960 – 63)
Augustinus Roberth Molle (1963 – 67)
Jan Frederick Hattu (1967 – 78)
Rein Robert Daada (1978 – 84)
Yopie Hukom, S.Th. (1984 – 88)
Theofilus Natumnea, S.Th. (1988 – 92)
Rudolf Andreas Tendean, S.Th. (1992 – 95)
Markus Kurami Tumakaka, S.Th. (1995 – 98)
Meyer Meindert Pontoh, S.Th. (1998 – now)
Djarum
Djarum
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Perubahan tertunda ditampilkan di halaman iniBelum Diperiksa
Langsung ke: navigasi, cari
Untuk perkumpulan bulu tangkis dengan nama yang sama, lihat PB Djarum.
PT Djarum Djarum.png
Jenis Perusahaan keluarga
Industri Industri tembakau
Didirikan 21 April 1951
Kantor pusat Kudus, Jawa Tengah, Indonesia, Indonesia
Tokoh penting Oei Wie Gwan (Pendiri)
Robert Budi Hartono, Presiden Direktur
Michael Bambang Hartono
Karyawan 75.000
Situs web www.djarum.com
Djarum black
PT Djarum adalah sebuah perusahaan rokok keempat terbesar dan tertua di Indonesia (setelah Nojorono) yang bermarkas di Kudus, Jawa Tengah, Indonesia.
Sejarah Djarum berawal saat Oei Wie Gwan membeli usaha kecil dalam bidang kretek bernama Djarum Gramophon pada tahun 1951 dan mengubah namanya menjadi Djarum. Awalnya perusahaan ini hanya dijalan oleh sekitar 10 orang di jalan Bitingan Baru No. 28 (Sekarang: Jalan A.Yani No. 28). Oei mulai memasarkan kretek dengan merek "Djarum" yang ternyata sukses di pasaran. Setelah kebakaran hampir memusnahkan perusahaan pada tahun 1963 (Oei meninggal tak lama kemudian), Djarum kembali bangkit dan memodernisasikan peralatan di pabriknya. Pada tahun 1972 Djarum mulai mengeskpor produk rokoknya ke luar negeri. Tiga tahun kemudian Djarum memasarkan Djarum Filter, merek pertamanya yang diproduksi menggunakan mesin, diikuti merek Djarum Super yang diperkenalkan pada tahun 1981. Saat ini Djarum dipimpin Budi Hartono dan Bambang Hartono, yang dua-duanya merupakan putra Oei. Djarum meluncurkan kedua rokok yang berlabel L.A. Lights pada tahun 1987 dan Djarum BLACK pada tahun 1991.
Selain dunia rokok, Djarum juga dikenal aktif terlibat dalam dunia bulu tangkis. Klub bulu tangkisnya, PB Djarum, telah menghasilkan pemain-pemain kelas dunia seperti Liem Swie King dan Alan Budikusuma. Selain itu, sejak tahun 1998 perusahaan Djarum juga telah menguasai sebagian besar saham BCA.
Daftar isi
1 Produk
1.1 Lokal
1.2 Global
2 Mantan Produk Djarum
3 Pranala luar
Produk
Lokal
Djarum Super
Djarum Super CS
Djarum Super Mezzo
Djarum Super Mild
Djarum Coklat
Djarum Coklat Extra
Djarum Istimewa
Djarum 76
Djarum 76 Filter Gold
Djarum Black
Djarum Black Slimz
Djarum Black Menthol
Djarum Black Cappucino
Djarum Black Mild
L.A. Lights
L.A. Lights Menthol
Envio Mild
Polo Mild (Demak)
Global
Benson & Hedges (bersama HM Sampoerna, Bentoel Group, dan Wismilak Group)
Camel
Crystal
Dos Hermanos
Gold Seal
Mild Seven
More
Nil
Salem
Silk Cut
Sterling
Winston
Mantan Produk Djarum
Djarum Classic (dicabut dari peredaran)
Djarum Filter (dicabut dari peredaran)
Aku Mau Djarum Merdeka (dicabut dari peredaran)
Djarum Super CS (dicabut dari peredaran)
Djarum Super Mezzo (dicabut dari peredaran)
Filtra 100s (dicabut dari peredaran)
Inspiro (dicabut dari peredaran)
http://id.wikipedia.org/wiki/Djarum
Daftar Museum di Jateng – DIY
Posted on 23 Maret 2008 by korantarget
Rate This
Sebagai informasi kita yang berada di Jateng – DIY, memang museum harus kita kenalkan ke generasi-generasi muda kita. Ini beberapa alamat nya :
YOGYAKARTA :
01. Museum Affandi, Jl. Laksda Adi Sutjipto
02. Museum Sono Budoyo, Jl. Trikora No. 6
03. Museum Kraton Jogjakarta, Komp. Kraton Yogyakarta
04. Museum Dewantara Kirti Griya, Jl. Tamansiswa
05. Museum Pendidikan Islam
06. Museum Biologi UGM, Jl. Sultan Agung
07. Museum Dirgantara Mandala, Komp. Angkatan Udara (AU) Yogya
08. Museum Perjuangan Jogja
09. Museum Sasmita Loka
10. Museum Pangeran Diponegoro, Jl. Wiratama
11. Museum Batik, Jl. Dr. Soetomo No. 35
12. Museum Yogya Kembali, Jl. Monjali
13. Museum Seni Jogja
14. Museum Wayang Kekayon, Jl. Raya Yogya – Wonosari Km. 7 No. 277
15. Museum Benteng Vredeburg, Jl. Jend. A. Yani No. 6
16. Museum Geoteknologi Mineral, Jl. Babarsari
JAWA TENGAH :
01. Museum Ronggowarsito, Jl. Abdulrahman Saleh Semarang
02. Museum Jamu Nyonya Meneer, Jl. Raya Kaligawe Km. 4 Semarang
03. Museum Mandala Bhakti, Jl. Cokroaminoto 2 Semarang
04. Museum Rekor Indonesia (MURI), Jl. Setiabudi Srondol Semarang
05. Museum AKPOL, Komp. AKPOL Candi Baru Semarang
06. Museum Isdiman/Palagan, Jl. Mgr. Sugiyopranoto Ambarawa
07. Museum Kereta Api, Jl. Stasiun Kereta Api Ambarawa
08. Museum PKK, Ungaran
09. Museum Radyapustaka, Jl. Slamet Riyadi No. 235 Surakarta
10. Museum Pura Mangkunegara, Komp. Istana Mangkunegara Surakarta
11. Museum Suaka Budaya Kasunanan, Komp. Istana Kasunanan Surakarta
12. Museum Monumen Pers Nasional, Jl. Gajah Mada No. 29 Surakarta
13. Museum Batik Danar Hadi, Jl. Slamet Riyadi No. 261 Surakarta
14. Museum Prasejarah Sangiran, Ds. Krikilan Kalijambe Sragen
15. Museum Gula, Jl. Jogja – Solo Km. 25 Klaten
16. Museum Wayang, Wonogiri
17. Museum Tosan Aji Jawa Tengah, Jl. Mayjend. Sutoyo No. 10 Purworejo
18. Museum KP Diponegoro, Jl. P. Diponegoro No. 1 Magelang
19. Museum BPK RI, Jl. P. Diponegoro No. 1 Magelang
20. Museum Sudirman, Jl. Ade Irma Suryani C.7 Magelang
21. Museum AJB Bumi Putera 1912, Jl. A. Yani No. 21 Magelang
22. Museum Taruna ‘Abdul Djalil’, Jl. Gatot Subroto Magelang
23. Museum Seni Rupa H. Widayat, Jl. Letnan Tukiyat No. 32 Mungkid Magelang
24. Museum Misi Muntilan, Jl. Kartini Muntilan
25. Museum Wayang, Pondoktingal Mungkid Magelang
26. Museum Karmawibangga, Komp. Candi Borobudur
27. Museum Kapal Samodraraksa, Komp. Candi Borobudur
28. Museum Wayang, Jl. Gatot Subroto No. 1 Banyumas
29. Museum BRI, Jl. Jend. Sudirman No. 55 Banyumas
30. Museum Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja, Jl. Alun-alun Utara No.1 Purbalingga
31. Museum Kretek, Ds. Getas Pejaten Kudus
32. Museum Patiayam, Ds. Patiayam Kudus
33. Museum R.A. Kartini, Jl. Alun-alun No. 1 Jepara
34. Museum KP Kartini, Jl. Gatot Subroto No. 8 Rembang
35. Museum Grobogan, Jl. Pemuda No. 35 Purwodadi
36. Museum Masjid Agung Demak, Jl. Sultan Patah No. 57 Demak
37. Museum Batik, Jl. Jetayu No. 3 Pekalongan
38. Museum Sekolah, Jl. A. Yani Slawi
39. Museum Soesilo Soedarman, Ds. Gentasari Kec. Kroya Cilacap
40. Museum Purbakala, Komp. Percandian Dieng
41. Museum Mahameru, Jl. R.A. Kartini No. 42 Blora
http://korantarget.wordpress.com/2008/03/23/daftar-museum-di-jateng-diy/
Daftar hari penting di Indonesia
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Berikut adalah daftar hari penting di Indonesia.
Daftar isi
1 Hari Raya
2 Januari
3 Februari
4 Maret
5 April
6 Mei
7 Juni
8 Juli
9 Agustus
10 September
11 Oktober
12 November
13 Desember
14 Hari raya dari luar negeri yang ada dirayakan di Indonesia
15 Referensi
16 Lihat pula
Hari Raya
Yang tidak tercantum tanggalnya berarti setiap tahun diperingati berubah-ubah tanggalnya.
Idul Adha (Islam)
Tahun Baru Hijriyah dan Hari Santri (kalender Islam dan Jawa)
Tahun Baru Imlek (kalender Tionghoa)
Nyepi (Hindu)
Maulid Nabi Muhammad SAW (Islam)
Jumat Agung (Kristen)
Waisak (Buddha)
Kenaikan Yesus Kristus (Kristen)
17 Agustus : Hari Kemerdekaan RI
Isra dan Mi'raj Nabi Muhammad SAW (Islam)
Idul Fitri (Islam)
25 Desember : Natal (Kristen)
Januari
1 Januari: Tahun baru Masehi
1 Januari: Hari Perdamaian Dunia
5 Januari: Hari Korps Wanita Angkatan Laut
15 Januari: Hari Peristiwa Laut dan Samudera
25 Januari: Hari Gizi dan Makanan
25 Januari: Hari Kusta Internasional
Februari
5 Februari: Hari Peristiwa Kapal Tujuh
9 Februari: Hari Kavaleri
9 Februari: Hari Pers Nasional
14 Februari: Hari Peringatan Pembela Tanah Air (PETA)
20 Februari: Hari Pekerja Nasional[rujukan?]
22 Februari: Hari Istiqlal
28 Februari: Hari Gizi Nasional Indonesia
Maret
1 Maret : Hari Kehakiman Nasional
1 Maret : Hari Peringatan Serangan Umum di Yogyakarta
6 Maret : Hari Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad)
8 Maret : Hari Wanita/Perempuan Internasional
9 Maret : Hari Musik Nasional
10 Maret : Hari Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi)
11 Maret : Hari Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar)
21 Maret : Hari Sindrom Down[rujukan?]
22 Maret : Hari air sedunia[rujukan?]
23 Maret : Hari Meteorologi Sedunia
24 Maret : Hari Peringatan Bandung Lautan Api
27 Maret : Hari Klub Wanita Internasional (bahasa Inggris: Women International Club Day - WIC)
29 Maret : Hari Filateli Indonesia
30 Maret : Hari Film Nasional
April
1 April : Hari Bank Dunia
6 April : Hari Nelayan Nasional
7 April : Hari Kesehatan Internasional
9 April : Hari Penerbangan Nasional[1]
9 April : Hari TNI Angkatan Udara
15 April : Hari Zeni (?)
16 April : Hari Komando Pasukan Khusus (Kopassus)
18 April : Hari Peringatan Konferensi Asia Afrika
19 April : Hari Pertahanan Sipil (Hansip)
21 April : Hari Kartini
22 April : Hari Bumi
23 April : Hari Buku
24 April : Hari Angkutan Nasional
24 April : Hari Solidaritas Asia-Afrika
27 April : Hari Permasyarakatan Indonesia
Mei
1 Mei : Hari Peringatan Pembebasan Irian Barat
1 Mei : Hari Buruh Sedunia
2 Mei : Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas)
3 Mei : Hari Surya
5 Mei : Hari Lembaga Sosial Desa (LSD)
8 Mei : Hari lahir Henry Dunant - bapak Palang Merah Sedunia
11 Mei : Hari POM - TNI (?)
15 Mei : Hari Korps Resimen Mahadjaya/ Jayakarta (Menwa Jayakarta)
17 Mei : Hari Buku Nasional
19 Mei : Hari Korps Cacat Veteran Indonesia
20 Mei : Hari Kebangkitan Nasional atau Harkitnas (sejak tahun 1908)
21 Mei : Hari Peringatan Reformasi
29 Mei : Hari Keluarga
31 Mei : Hari Anti Tembakau Internasional
Juni
1 Juni : Hari Lahir Pancasila
1 Juni : Hari Anak-anak Sedunia
1 Juni : Hari Susu Nusantara[2]
3 Juni : Hari Pasar Modal Indonesia
5 Juni : Hari Lingkungan Hidup Sedunia
15 Juni: Hari Demam Berdarah Dengue ASEAN[3]
17 Juni : Hari Dermaga
29 Juni : Hari Skateboad Sedunia
22 Juni : Hari Ulang Tahun Kota Jakarta (sejak tahun 1507)
24 Juni : Hari Bidan Nasional
26 Juni : Hari Anti Narkoba Sedunia
29 Juni : Hari Keluarga Berencana Nasional
29 Juni : Hari Keluarga
Juli
1 Juli : Hari Bhayangkara
1 Juli : Hari Anak-Anak Indonesia
1 Juli : Hari Buah
5 Juli : Hari Bank Indonesia
9 Juli : Hari Satelit Palapa
12 Juli : Hari Koperasi
15 Juli : Hari PT. Askes (Persero)
22 Juli : Hari Kejaksaan
23 Juli : Hari Anak Nasional
23 Juli : Hari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)
29 Juli : Hari Bhakti TNI Angkatan Udara
31 Juli : Hari Lahir Korps Pelajar Islam Indonesia (PII) Wati
Agustus
5 Agustus : Hari Dharma Wanita Nasional
8 Agustus : Hari Ulang Tahun ASEAN
10 Agustus : Hari Veteran Nasional
10 Agustus: Hari Kebangkitan Teknologi Nasional[4]
12 Agustus : Hari Wanita TNI Angkatan Udara (Wara)
13 Agustus : Hari Peringatan Pangkalan Brandan Lautan Api
14 Agustus : Hari Pramuka
17 Agustus : Proklamasi Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (sejak tahun 1945)
18 Agustus : Hari Konstitusi Republik Indonesia (sejak tahun 1945)
19 Agustus : Hari Departemen Luar Negeri Indonesia
21 Agustus : Hari Maritim Nasional
September
1 September : Hari Polisi Wanita (Polwan)
4 September : Hari Pelanggan Nasional[rujukan?]
8 September : Hari Aksara
8 September : Hari Pamong Praja
9 September : Hari Olahraga Nasional
11 September : Hari Radio Republik Indonesia (RRI)
17 September : Hari Perhubungan Nasional
24 September : Hari Tani
26 September : Hari Statistik
27 September : Hari Pos Telekomunikasi Telegraf (PTT)
28 September : Hari Kereta Api
29 September : Hari Sarjana Nasional
30 September : Hari Peringatan Gerakan 30 September 1965
Oktober
1 Oktober : Hari Kesaktian Pancasila
2 Oktober : Hari Batik Nasional[5]
3 Oktober : Hari Arsitektur Dunia-World Architecture Day UIA
5 Oktober : Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI)
8 Oktober : Hari Tata Ruang Nasional
9 Oktober : Hari Surat Menyurat Internasional
10 Oktober : Hari Kesehatan Jiwa
15 Oktober : Hari Hak Asasi Binatang
16 Oktober : Hari Parlemen Indonesia[6]
16 Oktober : Hari Pangan Sedunia
24 Oktober : Hari Dokter Nasional
24 Oktober : Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
27 Oktober : Hari Listrik Nasional[7]
27 Oktober : Hari Blogger Nasional[8]
28 Oktober : Hari Sumpah Pemuda
29 Oktober : Hari Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI)
30 Oktober : Hari Keuangan[9]
November
3 November : Hari Kerohanian
10 November : Hari Pahlawan
10 November : Hari Ganefo
12 November : Hari Kesehatan Nasional
14 November : Hari Brigade Mobil (BRIMOB)
14 November : Hari Diabetes Sedunia
21 November : Hari Pohon
22 November : Hari Perhubungan Darat
25 November : Hari Guru
Desember
1 Desember : Hari AIDS Sedunia
4 Desember : Hari Artileri
3 Desember : Hari Cacat
9 Desember : Hari Armada
10 Desember : Hari Hak Asasi Manusia
12 Desember : Hari Transmigrasi
13 Desember : Hari Kesatuan Nasional
15 Desember : Hari Infanteri[rujukan?]
19 Desember : Hari Bela Negara
22 Desember : Hari Ibu
22 Desember : Hari Sosial
22 Desember : Hari Korps Wanita Angkatan Darat (KOWAD)
Hari raya dari luar negeri yang ada dirayakan di Indonesia
14 Februari : Hari Valentine
http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_hari_penting_di_Indonesia
Subscribe to:
Posts (Atom)


