Tuesday, April 29, 2025

I Forget That I Have That Thing — A Poem of Remembrance and Repentance







I forget that I have that thing,


A duty not just made of ink—


But of breath, of soul, of sacred trust,


To share the knowledge, fair and just.


The gold, the treasure deep inside,


Harta karun yang tak boleh disembunyi,


A light meant never to subside,


Ilmu yang harus dibagi.


I’m sorry, Lord, I truly am,


Astagfirullah, I whisper in shame.


I strayed away, I lost the thread,


But now I pray, I bow my head.


Semoga ke depan, ga lupa lagi,


Semoga ingat, dalam hati dan diri.


Setiap kerjaan, setiap tugas,


Kupegang erat, tak lagi lepas.


Tuhan, please walk beside my days,


Guide me through the learning maze.


Dalam langkah, dalam diam,


Sertailah aku, penuh salam.


When I am weak, be my might,


When I am lost, be my sight.


Saat semua tugas telah selesai,


Tetaplah di sini, jangan usai.


For You, O Lord, are the light I cling,

  The reason I remember that thing.

Tapi Harus Bertahan


 Tapi Harus Bertahan


Tapi harus bertahan,

Kudu kuat, tak menyerah.

Segala cobaan ada,

Semua ada positipnya.


Cari positipnya,

Lihat positipnya.

Tangkap positipnya,

Dan kau akan bahagia.


Tertawa menganga,

Meloncat bersama,

Bersendagurau lepaskan semua,

Teriak sekencangnya.


Menjerit sepuasnya,

Tanpa rasa takut,

Dimana Tuhan berada,

Disitu kebahagiaan bertahta.


Dalam mewahnya singgasana,

Ternyata,

Semua fatamorgana,

Ilusi dalam tatapan mata.


Menjerit hati terluka,

Diamlah setan bermuka dua,

Bukan kau pemenangnya,

Kita akan terus berjuang sekuat tenaga.


Tanpa henti terus mendera,

Namun semangat takkan pudar.

Langkah kita takkan surut,

Walau dunia memaksa runtuh.


Kita lawan ketakutan,

Dengan tekad yang tak tergoyahkan,

Dalam keheningan, kita bangkit,

Menjadi pemenang sejati.


Meski badai menerpa,

Kita hadapi tanpa gentar,

Jiwa kita tak akan hancur,

Karena kita tahu, kita kuat.


Setiap tetes keringat,

Menjadi saksi perjuangan,

Dalam gelap, kita mencari cahaya,

Untuk masa depan yang gemilang.


Kebahagiaan bukanlah fatamorgana,

Ia hadir dalam setiap langkah,

Dengan hati yang penuh cinta,

Kita lewati segala rintangan.


Tapi harus bertahan,

Dalam dunia penuh cobaan,

Bersama kita bangkit,

Untuk masa depan yang cerah.


Karena di dalam kita semua,

Tertanam semangat yang tak terbendung,

Tantangan apapun akan kita hadapi,

Dengan keyakinan yang tak akan runtuh.


Tidak ada yang sia-sia,

Setiap langkah adalah pelajaran,

Kita maju dengan harapan,

Dan dunia akan menyaksikan kemenangan kita.


Bersama kita mengukir sejarah,

Dengan keyakinan yang kuat,

Maka jangan ragu lagi,

Karena kita pasti akan menang.


Kini saatnya untuk bersorak,

Menikmati kemenangan yang telah diraih,

Tapi ingat, perjuangan tak pernah berhenti,

Kita terus maju, sekuat tenaga, tanpa henti.



"Tapi Harus Bertahan"

 




"Tapi Harus Bertahan"

Tapi harus bertahan, walau nyeri mengguncang,
Kudu kuat meski langkah mulai bimbang.
Semua ada positipnya, walau kecil nyalanya,
Cari positipnya di celah luka yang terbuka.
Lihat positipnya di balik awan mendung,

Tangkap positipnya walau samar, remang, dan murung.
Dan kau akan bahagia, bukan karena tak pernah duka,
Tertawa menganga saat beban tak lagi terasa.
Meloncat bersama harapan yang kembali menyala,
Bersendagurau lepaskan semua duka lama.

Teriak sekencangnya, biar dunia dengar luka,
Menjerit sepuasnya, bebaskan sesak dada.
Dimana Tuhan berada, di situlah arah jiwa,
Disitu kebahagiaan bertahta di singgasana cahaya.
Dalam mewahnya singgasana, ternyata rapuh dasarnya,

Ternyata semua fatamorgana, penghibur semata.
Ilusi dalam tatapan mata, manis tapi bisa mematikan,
Menjerit hati terluka, rindu pelukan harapan.
Diamlah setan bermuka dua, bisikmu takkan menang,
Bukan kau pemenangnya, kami takkan tumbang.

Kita akan terus berjuang sekuat tenaga,
Tanpa henti terus mendera meski jiwa terluka.
Langkah ini tak sia-sia, walau peluh jadi air mata,
Setiap luka adalah cerita, bukan akhir segalanya.
Karena hidup, meski perih, tetap layak dijaga.


29 april 25 selasa

 




kampus - fish

wrgpremaneror

indolaris

index

pulsolat

perpus

pulmasak

mlmkelaschina

allauakabra

Monday, April 28, 2025

Model Pembelajaran Writing berbasis IBL untuk Mahasiswa

 

Model Pembelajaran Writing berbasis IBL untuk Mahasiswa

Tema: "Societal Issues and Their Solutions"

Kompetensi yang Diharapkan:

  • Mahasiswa mampu mengembangkan tulisan esai argumentatif berbasis inquiry (1–2 halaman).

  • Mahasiswa mengintegrasikan hasil riset sederhana ke dalam tulisan akademik.

  • Mahasiswa mampu berpikir kritis terhadap isu-isu sosial.


Langkah-Langkah Pembelajaran

1. Stimulation (15 menit)

  • Aktivitas:
    Tampilkan beberapa headline berita aktual tentang isu sosial (contoh: ketidaksetaraan pendidikan, perubahan iklim, krisis kesehatan mental).
    Diskusi terbuka:

    • "Which of these issues do you feel most connected to?"

    • "What questions come to your mind about this issue?"

Tujuan: Mengaitkan pembelajaran dengan realitas sosial aktual dan memicu rasa ingin tahu.


2. Problem Statement (10 menit)

  • Mahasiswa diminta merumuskan inquiry question berbasis masalah yang dipilih.
    Contoh pertanyaan:

    • "How does urban poverty impact children's access to education?"

    • "What are the most effective solutions to reduce plastic waste in cities?"

Tips: Inquiry harus spesifik, kompleks, dan bisa dijawab lewat riset argumentatif.


3. Data Collection (30 menit)

  • Aktivitas:
    Mahasiswa melakukan mini-research (dari jurnal, artikel berita, laporan penelitian).

  • Target:
    Setidaknya 3 sumber kredibel yang relevan.

  • Catat poin penting + kutipan penting untuk mendukung tulisan.

Tujuan: Mengumpulkan bukti dan membiasakan mahasiswa mencari sumber akademik.


4. Data Processing (20 menit)

  • Mahasiswa membuat thesis statement berdasarkan inquiry dan data mereka.

  • Susun outline esai:

    • Introduction (hook + background + thesis statement)

    • Body paragraphs (1 argument utama per paragraf)

    • Conclusion (summary + recommendation)

Tips: Ajarkan juga teknik mengutip sederhana (parafrase, kutipan langsung).


5. Verification (10 menit)

  • Peer review cepat:

    • Tukar outline dengan teman.

    • Teman memberikan minimal 2 saran per outline (misal tentang kejelasan ide, kesesuaian data).

Tujuan: Mengasah kemampuan kritis dan memperbaiki kerangka berpikir.


6. Generalization (Tugas Akhir)

  • Mahasiswa menulis esai utuh (400–600 kata) berdasarkan outline mereka.

  • Submit esai untuk dinilai berdasarkan kriteria:

    • Relevansi ide dan data

    • Keterpaduan paragraf

    • Argumentasi logis

    • Tata bahasa dan teknik kutipan


Tambahan:

Penilaian bisa pakai rubrik seperti ini:

AspekSkor Maksimal
Inquiry question relevance15
Strength of thesis & argument20
Evidence use and citation20
Organization (coherence & cohesion)20
Grammar & academic style15
Overall impression10
Total100

Contoh Model Pembelajaran Writing berbasis IBL

 

Contoh Model Pembelajaran Writing berbasis IBL

Tema: "Local Issues in Our Community"

Tujuan Pembelajaran:

  • Siswa dapat menulis paragraf argumentatif sederhana berdasarkan inquiry terhadap masalah lokal.

  • Siswa mengembangkan kemampuan bertanya, mencari informasi, dan menyusun argumen.


Langkah-Langkah Pembelajaran

1. Fase Stimulation (15 menit)

  • Guru memutar video pendek atau menampilkan gambar tentang masalah lingkungan sosial (contoh: sungai kotor, kemacetan, banjir lokal).

  • Diskusi kecil: Guru mengajukan pertanyaan:

    • "Apa masalah terbesar yang kamu lihat di komunitas kita?"

    • "Mengapa masalah ini penting untuk diselesaikan?"

Tujuan: Mengaktifkan pengetahuan awal dan membangkitkan rasa ingin tahu.


2. Fase Problem Statement (10 menit)

  • Siswa diminta membuat 1 pertanyaan besar (inquiry question) terkait masalah yang mereka pilih.
    Contoh:

    • "Mengapa sampah di sungai kita terus bertambah setiap tahun?"

    • "Apa yang bisa dilakukan remaja untuk mengurangi polusi udara?"

Tujuan: Merumuskan fokus inquiry masing-masing siswa.


3. Fase Data Collection (20 menit)

  • Siswa mencari informasi cepat (boleh dari artikel pendek yang disiapkan guru, buku, atau internet terbatas).

  • Mereka mencatat 3–5 poin penting yang bisa menjawab pertanyaan mereka.

Tujuan: Melatih keterampilan riset sederhana.


4. Fase Data Processing (15 menit)

  • Siswa mendiskusikan hasil temuan mereka dalam kelompok kecil (3–4 orang).

  • Bertukar ide: Apakah data mendukung jawaban inquiry mereka? Apakah ada sudut pandang berbeda?

Tujuan: Menganalisis dan membandingkan informasi.


5. Fase Verification (10 menit)

  • Siswa masing-masing menyusun kerangka singkat (outline) untuk paragraf mereka.

    • Topic sentence: Menyatakan jawaban atas inquiry.

    • Supporting sentences: Menyediakan bukti/data.

    • Concluding sentence: Menyimpulkan argumen.

Tujuan: Merancang struktur tulisan.


6. Fase Generalization (20 menit)

  • Siswa menulis 1 paragraf utuh (sekitar 100–150 kata) berdasarkan outline mereka.

  • Di akhir, beberapa siswa membacakan paragrafnya untuk mendapatkan feedback.

Tujuan: Menyusun ide inquiry menjadi teks argumentatif nyata.


Catatan Tambahan

  • Guru bertindak sebagai fasilitator, bukan pemberi jawaban.

  • Dorong siswa untuk bertanya, memperdebatkan, dan merefleksikan selama proses.

  • Berikan rubrik sederhana untuk mengevaluasi tulisan: fokus ide, koherensi, bukti pendukung, grammar dasar.

IBL (Inquiry-Based Learning) untuk pendidikan bahasa inggris (writing)

 

IBL (Inquiry-Based Learning) memang sering diasosiasikan dengan pembelajaran sains, tetapi kalau diterapkan dalam pendidikan bahasa Inggris, khususnya untuk writing, ada banyak manfaat yang bisa muncul. Berikut penjelasannya:

Manfaat IBL untuk Pembelajaran Writing Bahasa Inggris:

  1. Meningkatkan Kemandirian Berpikir
    IBL mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan, mengeksplorasi ide, dan mencari jawaban sendiri. Dalam writing, ini membantu siswa mengembangkan tulisan yang lebih orisinal, kreatif, dan berbasis riset, bukan sekadar meniru contoh.

  2. Mendorong Critical Thinking
    Siswa tidak hanya fokus pada grammar, tetapi juga pada bagaimana membangun argumen, mengembangkan ide utama, dan menyusun paragraf dengan logis — keterampilan berpikir kritis yang sangat dibutuhkan dalam writing.

  3. Meningkatkan Keterampilan Riset
    Untuk menulis teks berbasis inquiry, siswa perlu mencari informasi, menganalisis sumber, dan mensintesis data ke dalam tulisan mereka. Ini memperkuat keterampilan riset dan integrasi sumber yang penting dalam akademik.

  4. Meningkatkan Engagement
    Karena siswa terlibat aktif dengan topik yang mereka pilih atau pertanyakan sendiri, mereka biasanya lebih termotivasi untuk menulis. Ini mengurangi rasa "terpaksa" yang sering muncul dalam tugas menulis biasa.

  5. Mengembangkan Gaya Bahasa dan Voice Pribadi
    IBL mendorong eksplorasi berbagai gaya tulisan berdasarkan tujuan inquiry mereka, sehingga siswa lebih leluasa menemukan "suara" unik mereka dalam bahasa Inggris.

  6. Mempromosikan Kolaborasi
    Inquiry writing seringkali dilakukan dalam kelompok atau melalui peer review. Ini membantu siswa belajar berkolaborasi, memberikan umpan balik, dan memperbaiki tulisan berdasarkan perspektif orang lain.

  7. Meningkatkan Kemampuan Metakognitif
    Karena mereka harus terus merefleksikan proses inquiry dan bagaimana hal itu mempengaruhi tulisan mereka, siswa menjadi lebih sadar tentang bagaimana mereka berpikir, belajar, dan menulis.


Contoh Penerapan Sederhana:
Daripada langsung memberi tugas "Write an essay about environmental issues", dengan IBL, guru bisa memulai dengan pertanyaan terbuka seperti:
➡️ "What environmental problem in your community needs urgent attention, and why?"
Siswa kemudian melakukan riset kecil-kecilan, mendiskusikan ide, dan akhirnya menulis esai berdasarkan inquiry mereka sendiri.