Analisis Structural Equation Modeling (SEM) dilakukan menggunakan perangkat lunak (software) khusus. Pilihan aplikasi bergantung pada jenis SEM yang akan digunakan, yaitu Covariance-Based SEM (CB-SEM) atau Partial Least Squares SEM (PLS-SEM).
Aplikasi | Jenis SEM | Kelebihan | Kekurangan | Cocok untuk |
IBM SPSS Amos | CB-SEM | Antarmuka drag-and-drop, mudah dipelajari | Membutuhkan data yang relatif normal dan sampel besar | Penelitian pendidikan, psikologi, tesis, disertasi |
SmartPLS | PLS-SEM | Sangat mudah digunakan, cocok untuk sampel kecil dan model kompleks | Tidak berfokus pada model fit seperti CB-SEM | Penelitian eksploratif dan prediktif |
Mplus | CB-SEM & lainnya | Sangat lengkap (multilevel, longitudinal, mixture modeling) | Berbasis sintaks, berlisensi | Penelitian tingkat lanjut |
LISREL | CB-SEM | Salah satu software SEM paling lama digunakan | Antarmuka kurang ramah bagi pemula | Penelitian akademik |
R dengan paket lavaan | CB-SEM | Gratis, fleksibel, dapat direproduksi | Memerlukan kemampuan pemrograman | Peneliti yang terbiasa dengan R |
WarpPLS | PLS-SEM | Dapat memodelkan hubungan nonlinier | Kurang populer dibanding SmartPLS | Penelitian khusus PLS |
Mana yang paling direkomendasikan?
1. Jika Anda baru belajar SEM
- Gunakan SmartPLS.
- Antarmukanya intuitif (drag-and-drop), analisis relatif mudah, dan banyak tutorial tersedia.
2. Jika penelitian Anda bersifat konfirmatori (menguji teori)
- Gunakan IBM SPSS Amos.
- Sangat umum digunakan dalam penelitian pendidikan dan psikologi.
3. Jika ingin menggunakan software gratis
- Gunakan R dengan paket lavaan.
Berdasarkan topik penelitian Anda
Dari topik-topik yang pernah Anda kerjakan, seperti:
- AI competencies for future elementary school teachers,
- Technology literacy,
- Critical thinking,
- Project-Based Learning,
- Lesson plan design,
rekomendasinya adalah:
- Jika data berasal dari kuesioner Likert dengan beberapa konstruk laten (misalnya AI Literacy, Technology Literacy, Critical Thinking), gunakan SmartPLS atau AMOS.
- Jika penelitian Anda adalah quasi-experimental (misalnya membandingkan kelas eksperimen dan kontrol menggunakan pretest–posttest), SEM biasanya bukan pilihan utama. Analisis yang lebih sesuai adalah:
- uji independent samples t-test,
- paired samples t-test,
- IBM SPSS Statistics untuk ANCOVA,
- atau ANOVA, tergantung desain penelitian.
Jadi, SEM paling tepat digunakan untuk penelitian survei yang menguji hubungan antar konstruk laten, sedangkan quasi-eksperimen lebih umum dianalisis dengan SPSS menggunakan uji komparatif atau ANCOVA, kecuali Anda memang ingin menguji model hubungan yang lebih kompleks.


No comments:
Post a Comment