SmartPLS bukan sekadar aplikasi yang "klik-klik lalu keluar hasil". Jika langsung mengikuti tutorial tanpa memahami konsepnya, hasil analisis sering kali salah diinterpretasikan. Karena itu, saya akan menjelaskan dari tingkat paling dasar, seolah-olah Anda belum pernah membuka SmartPLS sama sekali.
Gambaran Besar Proses SEM-PLS
Di SmartPLS, urutan pekerjaannya hampir selalu seperti ini:
1. Menyiapkan data
↓
2. Membuat Project
↓
3. Import data
↓
4. Membuat konstruk (latent variables)
↓
5. Memasukkan indikator
↓
6. Menghubungkan konstruk
↓
7. Menjalankan PLS Algorithm
↓
8. Mengecek Outer Model
↓
9. Memperbaiki model jika perlu
↓
10. Menjalankan Bootstrapping
↓
11. Menginterpretasikan hasil
↓
12. Menulis hasil penelitian
Seluruh proses ini dapat dibagi menjadi 12 langkah.
LANGKAH 1
Menyiapkan Data
Misalnya penelitian Anda mengenai:
- Project Based Learning
- Technology Literacy
- Critical Thinking
- Lesson Plan Design
Setiap variabel memiliki beberapa pertanyaan.
Contoh:
Project Based Learning
Kode |
PBL1 |
PBL2 |
PBL3 |
PBL4 |
Technology Literacy
Kode |
TL1 |
TL2 |
TL3 |
TL4 |
Critical Thinking
Kode |
CT1 |
CT2 |
CT3 |
CT4 |
Lesson Plan
Kode |
LP1 |
LP2 |
LP3 |
LP4 |
Data di Excel harus seperti ini.
ID | PBL1 | PBL2 | PBL3 | PBL4 | TL1 | TL2 | ... |
1 | 5 | 4 | 4 | 5 | 4 | 5 | |
2 | 4 | 5 | 4 | 5 | 5 | 5 | |
3 | 3 | 4 | 3 | 4 | 4 | 4 |
Sangat penting:
- Baris = responden.
- Kolom = indikator.
- Tidak boleh ada sel kosong (missing value) jika memungkinkan.
- Gunakan angka (misalnya skala Likert 1–5), bukan teks.
LANGKAH 2
Simpan Data
Simpan sebagai:
data.xlsx
atau
data.csv
LANGKAH 3
Membuka SmartPLS
Saat SmartPLS dibuka, pilih:
New Project
Lalu beri nama, misalnya:
Technology Literacy
Klik Create.
LANGKAH 4
Import Data
Klik:
Import Data File
Pilih file Excel atau CSV Anda.
Setelah berhasil, semua nama kolom (PBL1, PBL2, dst.) akan muncul di panel data.
LANGKAH 5
Membuat Konstruk (Latent Variables)
Klik ikon Create Construct (atau klik kanan pada kanvas dan pilih untuk menambah konstruk).
Buat empat konstruk:
Project Based Learning
Technology Literacy
Critical Thinking
Lesson Plan Design
Di layar akan muncul empat lingkaran atau oval (tergantung versi SmartPLS).
LANGKAH 6
Memasukkan Indikator ke Konstruk
Di panel kiri akan terlihat daftar indikator.
Misalnya:
PBL1
PBL2
PBL3
PBL4
Seret (drag) semua indikator PBL ke konstruk Project Based Learning.
Lakukan hal yang sama untuk konstruk lainnya:
- TL1–TL4 → Technology Literacy
- CT1–CT4 → Critical Thinking
- LP1–LP4 → Lesson Plan Design
Hasilnya, setiap konstruk memiliki panah menuju indikator-indikatornya (untuk model reflektif).
LANGKAH 7
Menghubungkan Konstruk
Gunakan alat Connect (ikon panah).
Misalnya model penelitian Anda:
Project Based Learning
↓
Technology Literacy
↓
Critical Thinking
↓
Lesson Plan Design
Klik konstruk asal, lalu klik konstruk tujuan untuk membuat panah.
LANGKAH 8
Menjalankan PLS Algorithm
Klik tombol:
Calculate
Pilih:
PLS Algorithm
Umumnya, pengaturan bawaan (default) sudah cukup untuk pemula.
Klik:
Start Calculation
Setelah selesai, SmartPLS akan menampilkan nilai pada diagram.
LANGKAH 9
Evaluasi Outer Model
Fokus pertama adalah kualitas indikator.
a. Outer Loading
Buka hasil Outer Loadings.
Kriteria umum:
Loading | Interpretasi |
>0.70 | Sangat baik |
0.60–0.70 | Masih dapat diterima dalam kondisi tertentu |
<0.40 | Sebaiknya dihapus |
Contoh:
Item | Loading |
PBL1 | 0.91 |
PBL2 | 0.87 |
PBL3 | 0.83 |
PBL4 | 0.45 |
Karena PBL4 hanya 0.45, indikator tersebut sering dipertimbangkan untuk dihapus, tetapi keputusan harus didasarkan pada teori, bukan angka semata.
b. Composite Reliability (CR)
Lihat tabel Construct Reliability and Validity.
Kriteria:
- ≥ 0.70 menunjukkan reliabilitas yang baik.
c. Cronbach's Alpha
Kriteria:
- ≥ 0.70 dianggap memadai.
d. AVE (Average Variance Extracted)
Kriteria:
- ≥ 0.50 menunjukkan validitas konvergen yang baik.
e. Discriminant Validity
Periksa:
- Kriteria Fornell–Larcker, atau
- HTMT (Heterotrait-Monotrait Ratio).
HTMT umumnya diharapkan < 0.85 atau < 0.90, tergantung konteks penelitian.
LANGKAH 10
Bootstrapping
Setelah model pengukuran memenuhi syarat, lakukan uji signifikansi hubungan.
Klik:
Calculate
Pilih:
Bootstrapping
Untuk pemula, gunakan pengaturan default. Banyak penelitian menggunakan 5.000 subsampel bootstrap.
Klik:
Start
LANGKAH 11
Membaca Hasil Bootstrapping
Perhatikan tabel Path Coefficients.
Contoh:
Hubungan | β | t | p |
PBL → TL | 0.71 | 8.12 | <0.001 |
TL → CT | 0.59 | 6.88 | <0.001 |
CT → LP | 0.67 | 9.54 | <0.001 |
Interpretasi:
- β menunjukkan arah dan kekuatan hubungan.
- Nilai p < 0.05 menunjukkan hubungan signifikan.
LANGKAH 12
Melihat Nilai R²
Contoh:
Variabel | R² |
Technology Literacy | 0.53 |
Critical Thinking | 0.42 |
Lesson Plan Design | 0.61 |
Artinya, misalnya, 61% variasi kualitas lesson plan dapat dijelaskan oleh konstruk-konstruk dalam model.
Ringkasan Alur Kerja
Tahap | Tujuan |
Import Data | Memasukkan data ke SmartPLS |
Buat Konstruk | Membuat variabel laten |
Hubungkan Indikator | Menyusun model pengukuran |
Hubungkan Konstruk | Menyusun model struktural |
PLS Algorithm | Mengevaluasi outer model dan menghitung estimasi awal |
Periksa Loading, CR, AVE, HTMT | Menilai validitas dan reliabilitas |
Bootstrapping | Menguji signifikansi hubungan |
Interpretasi | Menjawab hipotesis penelitian |
Agar lebih mudah dipelajari
Untuk seseorang yang benar-benar baru menggunakan SmartPLS, saya menyarankan mempelajarinya dalam urutan berikut:
- Mengenal antarmuka SmartPLS (apa fungsi setiap menu dan ikon).
- Membangun model dari nol dengan contoh data sederhana.
- Memahami evaluasi outer model (loading, CR, AVE, HTMT).
- Memahami evaluasi inner model (VIF, path coefficient, R², f², Q²).
- Melakukan bootstrapping dan membaca hasilnya.
- Menulis hasil SEM-PLS sesuai format artikel ilmiah.
Pendekatan bertahap ini biasanya jauh lebih mudah dipahami dibanding langsung mempelajari semua output SmartPLS sekaligus.


No comments:
Post a Comment